Selasa, Agustus 21, 2018
Home > Kemilau Sukabumi > Kemilau Wisata > Alasan Unesco Memilih Ciletuh Menjadi Unesco Global Geopark

Alasan Unesco Memilih Ciletuh Menjadi Unesco Global Geopark

Masaginews.com – United Nations Education, Scientific and Culture (Unesco) sebagai lembaga dibawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang membidangi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya sudah menetapkan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi Unesco Global Geopark (UGG).

Penetapan tersebut diawali dari laporan tim assesor kepada komisi council di China zhijindong China pada September tahun lalu. Komisi council kemudian melaporkan hasil tim assesor itu dan dibahas pada sidang komisi Geopark yang dilanjutkan dengan sidang pleno di Markas besar Unesco di Paris Prancis.

“Alhamdulillah, dalam sidang pleno tersebut Geopark Ciletuh Palabuhanratu ditetapkan sebagai UGG pada 17 April 2018 lalu,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Dana Budiman di Palabuhan, Senin (23/04).

Penetapan UGG ini, kata Dana menyisihkan kandidat Geopark dari daerah lain yang lebih dulu mendaftar ke Unesco. “Geopark Merangin Jambi didaftarkan 10 tahun lalu, Caldera Toba Sumatra Utara 8 tahun lalu dan Geopark Rinjani didaftar 5 tahun lalu, sementara Geopark Ciletuh Palabuhanratu hanya 4 tahun sejak proses inisiasi hingga penetapan sidang pleno” terang Kadis Pariwisata yang merangkap sebagai General Manager UGG itu.

Dana menyebutkan, dalam sidang pleno terjadi perdebatan panjang dan adu argumentasi diantara peserta sidang, hingga akhirnya Geopark Ciletuh Palabuhanratu berhasil diputuskan sebagai UGG ini, lanjutnya karena memiliki keunggulan dibanding daerah lain yang lebih dahulu mendaftar.

“Hal yang menonjol diantaranya keanekaragaman geologi sebagai bukti tumbukan dari dasar samudra ke permukaan bumi saat ini yang ada di Ciletuh yang menyatakan awal terbentuknya Pulau Jawa. Keanekaragaman budaya dikawasan Ciletuh Palabuhanratu juga sangat menentukan dan memiliki nilai yang tinggi dari Unesco,” paparnya.

Setelah ditetapkan, pihaknya berencana segera menata geosite-geosite Ciletuh untuk dijadikan kawasan wisata yang aman dan nyaman dikunjungi.

“Orientasi selanjutnya menata geosite-geosite menjadi kawasan wisata berkelas dan konservasi terhadap batuan yang ada, tidak kalah penting memberikan edukasi kepada masyarakat juga pemberdayaan warga sekitarnya,” imbuhnya. (Adam S)

REKOMENDASI:

Keren! Gang di Cikundul Disulap Jadi Aliran Sungai Masaginews.com - Ada yang berbeda dari sebuah gang yang berlokasi di Kampung Cicadas Hilir RW 09, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Jalan kecil bernama Gang Fantasi tersebut tidak seperti pada umum...
Mau Lebaran Aktivitas Pendakian ke Gunung Gede Pangrango Ditutup Masaginews.com - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menurutup jalur pendakian untuk umum sambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. "Operasi Ketupat Lodaya 2018 maka diputuskan 11 hingga 20 Juni...
Cafe Hongdae Tawarkan Kuliner Korea Berbahan Baku Halal Masaginews.com- Ingin menikmati berbagai makanan khas Korea?. Sekarang warga Kota Sukabumi tidak perlu jauh-jauh keluar kota apalagi terbang ke Korea. Tetapi kini hadir sebuah cafe dengan nuansa Korea yang menyuguhkan...
Puluhan Pendekar Beraksi di Tepi Sungai Cimandiri Masaginews.com Pintonan Gedeng Cimandiri, kembali digelar di pemandian air panas Cikundul, yang berlokasi di Kecamantan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (08/04). Kali ini dalam acara yang digagas oleh Bidang Pariwisa...
Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup, Pendaki Kecewa Kabupaten Sukabumi - Jalur pendakian menuju objek Wisata Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang terletak di tiga wilayah di Provinsi Jawa Barat yakni Sukabumi, Bogor dan Cianjur ditutup sementara Balai Besar TNGGP. Penutu...