Jumat, Agustus 17, 2018
Home > Otonomi > Alat Timbangan Dibidik Jadi Pundi-Pundi Pendapatan Daerah

Alat Timbangan Dibidik Jadi Pundi-Pundi Pendapatan Daerah

Masaginews.com – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi membidik ribuan alat tera atau timbangan menjadi obyek pendapatan bagi keuangan daerah. Hal itu dilakukan setelah DPRD setempat mengesahkan peraturan daerah (Perda) tentang penyelenggaraan kemetrologian.
Dalam payung hukum tersebut salah satunya mengatur pemberlakuan retribusi dalam pelaksanaan tera ulang untuk setiap jenis alat timbangan yang digunakan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi Ayep Supriatna menjelaskan hasil pendataan sekitar tahun 2017 menunjukan jumlah alat timbangan yang ada di wilayahnya mencapai sekitar 9200 unit. Seluruh alat ukur tersebut kini berpotensi menjadi pendapatan asli daerah, menyusul adanya pemberlakuan perda. Peralatan ukuran yang dimaksudkan antara lain kiloan, SPBU serta seluruh timbangan yang menjadi alat ukur atau takar.

“Kani akan segera turun ke lokasi kegiatan perdagangan, termasuk warung-warung untuk melakukan tera ulang terhadap alat timbangan yang mereka gunakan untuk berdagang. Dengan langkah ini maka tidak akan ada lagi pedagang yang nakal,” tegasnya kepada Masaginews.com, Selasa (17/3).

Menurut Ayep dengan ditetapkannya perda ini maka pihaknya akan dengan mudah menegakan hukum bagi perlindungan konsumen. Dampak luasnya, warga tidak akan lagi mengalami kerugian saat membeli barang dalam satuan kilogram atau liter. Selama ini dia mengindikasikan tidak sedikit pedagang atau pelaku usaha yang berusaha untuk bermain tidak jujur dengan merekayasa alat timbangan.

“Selama ini pelaksanaan pemeriksaan atau tera ulang dilakukan oleh pemerintah provinsi, paling tidak melalui kantor balai yang ada di Bogor. Tetapi sekarang ada di setiap kota,” tuturnya.
Lebih jauh Ayep menerangkan peneraan ini wajib dilaporkan oleh setiap pedagang atau pelaku usaha kepada pemerintah dan biaya untuk melakukan tera tersebut sangat murah. Contohnya seorang pedagang mempunyai lima alat kiloan dalam usahanya, maka seluruh peralatan tersebut harus ditera. “Biayanya untuk satu tera hanya Rp500 per alat,,” ungkapnya. (Budi Setiawan)

REKOMENDASI:

Arus Mudik, Personel Dishub Kabupaten Sukabumi Dilarang Bermalas-Malas... Masaginews.com - Ratusan perseonel Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, lakukan apel persiapan pengamanan Idul Fitri 1439 Hijriah dan libur pascalebaran. Dishub sendiri menyiagakan 267 personenyal untuk dite...
Rekapitulasi Suara, Jalan Menuju Gedung Juang Disterilkan Kota Sukabumi- Pengamanan pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi surat suara Pilkada serentak 2018 tingkat KPU Kota Sukabumi, Polres Sukabumi Kota melakukan rekayasa lalulintas di sejumlah jalan protokol. Pantauan masag...
Pohon Pisang Tumbuh Diantara Jalan Berlubang di Jalan Palabuhan II Masaginews.com - Kesal dengan kondisi jalan rusak dan berlubang yang tak kunjung diperbaiki warga Jalan Palabuhan II KM 16, Kampung Pasirgabig, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi tanam pohon pihang...
Legislator Demokrat Gerah Dengan Buruknya Kinerja Pengawasan Disnakert... Masaginews.com - Maraknya aksi unjuk rasa akhir-akhir ini yang dilakukan pekerja pabrik yang menuntut hak gaji dan tunjangan hari raya (THR) seperti yang dilakukan buruh pabrik CV BAS di Cikembar, Kabupaten Sukabumi dua ...
Tragis, Fasilitas Kesehatan Untuk Buruh di Sukabumi Masih Terbatas Masaginews.com - Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono menyayangkan masih terbatasnya ketersediaan fasilitas penunjang untuk para buruh, terutama fasilitas kesehatan. Padahal jumlah buruh di wilayahnya mencapai belasan rib...