Caleg Gerindra Sukabumi Diciduk Polisi Akibat Tipu Pengusaha

Kabupaten Sukabumi- Terjerat kasus penipuan pekerjaan proyek borongan, Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Gerindra Teddy Setiadi (45) asal Kampung Angkrong RT 42 RW 18 Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Sukabumi di wilayah Kota Sukabumi sekira pukul 16.00. Jumat (12/4).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Yadi Kusyadi mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan Laporan Polisi No. Pol. : LP / B / 1118 / XI / 2018 / JABAR, tanggal 07 November 2018 atas nama pelapor Sdr. Jonson Manalu. SP. Dik No. Pol : 87 / III / 2019 / Sat Reskrim tanggak 15 Maret 2019. SPDP No. Pol : B / 30 / III / 2019 / Sat Reskrim tanggal 15 Maret 2019. serta SP. Kap No. Pol : 48 / IV / 2019 / Sat Reskrim tanggal 12 April 2019.

“Pada tanggal 13 Agustus 2018 lalu, telah terjadi tindak pidana penipuan, sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 378 KUHPidana yang diduga dilakukan oleh Teddy Setiadi yang memberikan pekerjaan proyek borongan kepada Jonson Manalu,” ujarnya saat dihubungi Masaginews.com melalui aplikasi pesan singkat. Sabtu (13/4).

Lanjut dia, Teddy memberikan pekerjaan proyek borongan kepada Jonson sebagai sub kontraktor yang mengerjakan pemasangan rolling door, pintu folding gate, plafond gypsum, service plafond, kusen alumunium, kaca polos, jendela alumunium, pintu alumunium di Pasar Semi Modern Kecamatan Parungkuda Kabuoaten Sukabumi, dengan nilai opname pekerjaan sebesar Rp. 636.271.450.

Namun, sambung dia, setelah Jonson Manalu menyelesaikan pekerjaannya tersebut, Teddy Setiadi tidak membayar pekerjaan Jonson dengan menggunakan uang tunai melainkan dengan satu unit ruko Nomor 8 di Pasar Semi Moderen Kecamatan Parungkuda,

“Setelah itu dibuatkan perjanjian jual beli ruko tanggal 18 Juni 2017 antara Teddy dengan Jonson dengan harga Include berikut pajak sebesar Rp. 650 juta,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, Yadi mengatakan, pada bulan Januari 2018 diketahui satu Unit ruko Nomor 8 tersebut telah di jual kembali kepada orang lain, dan Teddy memberikan dua lembar cek Bank Mayora senilai Rp. 650 juta kepada Jonson.

“Akan tetapi pada saat dua lembar cek Bank Mayora tersebut di cairkan oleh Jonson ke Bank Mayora, didapat penolakan dari pihak Bank Mayora karena dana atau uangnya tidak ada,” urainya.

Dari penangkapan yang dilakukan, Sat Reskrim Polrea Sukabumi mengamankan beberapa barang bukti, dantaranya satu lembar surat perjanjian jual beli ruko No. 8 Ukuran 4×8 (2 lantai 64M) tertanggal 18 Juni 2017 yang ditandatangani oleh Teddy Setiadi selaku penjual dan Jonson Manalu selaku pembeli. Satu bundal rekapitulasi tentang opname pekerjaan, satu lembar bon atau nota pesanan barang tertanggal 20 Februari 2018 yang ditandatangani oleh Teddy Setiadi dan Dian Hardiansyah seharga Rp. 636.271.450, beserta lima barang bukti lainnya.

“Kami telah melakukan pemeriksaan, melakukan Kap dan Han, serta melakukan pemberkasan,” pungkasnya. (M Rizal Jalaludin)