Ekonomi Warga Leuwidinding Sukabumi Rusak Akibat Aktivitas Tambang Rekanan SCG

Kabupaten Sukabumi – Tidak hanya dirundung masalah kesehatan dan krisis air bersih, warga Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, tetapi akibat aktivitas pertambangan PT Tambang Semen Sukabumi (TSS) yang menjadi rekanan PT SCG juga merusak ekonomi warga sekitar.

Informasi yang didapat, dampak eksploitasi bahan tambang semen yang mulai rasakan sekitar dua tahun lalu dengan menggunakan bahan peledak semakit krodit. Aktivitas tambang tersebut juga dianggap menghancurkan perekonomian warga seperti ratusan ayam pedaging yang diternak warga stres dan mati.

Oon Juanda (58) warga di Kampung Leuwidinding, RT5/RW1 menuturkan saat ini hanya tersisa satu sumber mata air dari 17 sumber.

Bahkan  beberapa waktu lalu terjadi ledakan di area tambang yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari perkampungan warga yang berakibat rumahnya retak.

“Setiap hari hidup kami tidak tentram selalu dibayangi suara ledakan yang bersumber dari tambang yang menyebabkan rumah menjadi retak ditambah sekarang ratusan ekor ayam pedaging yang diternak warga mati,” ujarnya.

Rumah-rumah warga yang rusak memang mendapat ganti rugi, tapi tidak seberapa. Perusahaan hanya mengganti berdasar kerusakan tidak dengan dampaknya. Tetapi 100 ekor lebih ayam milik ketua RT 05 mati karena stres sampai saat ini belum diganti.

Ketua RT 05 RW 01  Kampung Leuwidindong Madin (50) membenarkan hal itu sebelum ada eksploitasi menggunakan bahan peledak peternakan ayamnya tidak ada masalah. Namun persoalan timbul ketika ledakan keras yang berasal dari tambang terjadi.

“162 ekor ayam saya mati karena stres, sebelum ada ledakan peternakan ayam lancar. Tapi setelah adanya ledakan-ledakan saya pilih untuk menghentikan usaha saya,” pungkasnya. (Ruslan Abdul Gani)