Memprihatinkan, Para Pelajar di Tegalbuleud Harus Berjibaku Melawan Lumpur

Medsos

Kabupaten Sukabumi – Musim penghujan telah tiba. Sudah waktunya bagi kalangan anak-anak yang bermukim di Desa Bangbayang, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, berjuang keras untuk bisa mendapatkan layanan pendidikan.

Seperti tahun sebelumnya, di musim penghujan jalan perlintasan yang menghubungkan antar desa di wilayah tersebut kondisinya tidak lagi mudah untuk dilalui. Pasalnya permukaan tanah pada Jalan Cimahpar ini berubah menjadi lapisan lumpur tebal bercampur bebatuan akibat terkikis rembesan air hujan.

Karena lintasan sepanjang 4 Km ini merupakan satu-satunya akses menuju tempat aktifitas warga mulai dari tempat perbelanjaan maupun sekolah, maka warga pun terpaksa harus menempuh jalan tersebut, tak terkecuali kalangan anak-anak. Untuk pergi ke sekolah, meraka harus berjuang melewatin lumpur serta genangan air yang tersebar di sepanjang jalan Cimahpar.

Tentu saja untuk bisa melintasinya, para pelajar harus melepaskan sepatu, bahkan beberapa diantara mereka lebih memilih untuk tidak menggunakan alas kaki dengan alasan agar lebih mudah menerjang bongkahan lumpur. Dalam kondisi lintasan seperti ini, para pelajar harus menempuh waktu perjalanan selama hampir dua jam.

Yudi Saputra (35), salah seorang warga setempat mengungkapkan pada musim penghujan, kondisi jalan yang seluruhnya masih berupa lapasan tanah itu menjadi lebih ekstrem untuk dilalui warga. Selain berlumpur, lintasan ini juga dipenuhi genangan air yang nyaris menyerupai kubangan.

Kerusakan pada Jalan Cimahpar ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Kondisinya kian memprihatinkan, terutama ketika memasuki musim penghujan. Disebutkan Yudi, sejak awal jalan ini dibuka tidak pernah dilakukan pengaspalan. “Kendaraan roda dua atau roda empat sekalipun kesulitan untuk melalui jalan ini,” terang Yudi.

Sebelumnya Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono mengaku tingkat kerusakan pada infrastruktur jalan yang tersebar hampir di wilayah masih relatif tinggi. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi kendala utama dalam mengentaskan masalah jalan rusak. “Perlu diakui, masih banyak infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi yang kondisinya rusak. Terutama lintasan yang ada di wilayah selatan,” kata Adjo. (Ary Wahyuni)