TKW Sukabumi Menderita Gangguan Jiwa Akibat Disiksa Majikan

Kabupaten Sukabumi – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sukabumi mengalami gangguan jiwa yang diduga akibat menjadi korban kekerasan oleh majikannya saat bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab. Korban diketahui bernama Reni (23) warga Kampung Sukamanah, RT 4/1, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar.

Informasi yang dihimpun, pahlawan devisa ini berangkat sekitar dua tahun yang lalu melalui jalur ilegal yang diduga menggunakan jasa calo. Namun kenyataannya, korban menjadi korban perdagangan manusia atau human traficking di Dubai.

Selama bekerja di rumah majikannya, bukannya mendapatkan upah tetapi malah menerima bogem mentah dan siksaan dari majikannya. Karena tidak tahan terus menerus mengalami penyiksaan, akhirnya psikologi dan kejiwaan gadis ini terganggu.

Reni pun sempat menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Dubai dan akhirnya dipulangkan ke tanah air dalam kondisi menderita gangguan jiwa oleh pihak Kedutaan Besar Indonesia melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Barat.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Lina Evelin mengaku tidak mengetahui informasi mantan TKI yang diduga disiksa oleh majikannya sampai menderita gangguan jiwa. Informasinya bermula dari laporan pemerintah Desa Mekartanjung ke BP3TKI yang kemudian ditindak lanjuti

“Diduga TKW yang menjadi korban penyiksaan tersebut keberangkatannya secara ilegal, karena di kami tidak ada datanya sama sekali. Ini masih dalam penelurusan untuk mencari tahu bagaimana korban bisa berangkat dan sampai ke Dubai,” ungkapnya.

Saat ini Reni yang sudah berada di rumahnya dalam kondisi tidak berdaya, bahkan bukannya pulang membawa upah dari bekerjanya, tetapi hanya menyisikan luka fisik dan batin sehingga sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. (Ruslan Abdul Gani)