Cianjur Butuhkan Tambahan 600 Tenaga Kesehatan untuk Penanganan Covid-19

CIANJUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat membutuhkan sedikitnya 600 orang relawan untuk penanganan Covid-19 di wilayah itu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy mengatakan, para relawan itu akan difungsikan sebagai tenaga tracer atau petugas yang melakukan pelacakan kontak ketika terjadi kasus terinfeksi virus corona.

Disebutkan Irvan, penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Cianjur saat ini terkendala jumlah tenaga kesehatan (nakes).

Selain jumlah nakes yang terus berkurang karena harus menjalani isolasi, dikemukakan Irvan, nakes yang bertugas menangani pasien Covid-19 juga mulai mengalami kejenuhan sehingga perlu relaksasi.

Diakui Irvan, para nakes membutuhkan penyegaran setelah lama bergelut dengan pandemi yang masih belum usai.

“Namun, kondisi di lapangan ternyata sulit. Saat mau refresh kasus Covid-19 naik,” ujarnya.

Irvan berharap, kehadiran relawan bisa mengurangi beban nakes yang selama ini berjibaku sebagai garda terdepan melawan wabah ini.

“Untuk itu, pemerintah daerah juga berencana akan melakukan rekruitmen tenaga kesehatan yang baru. Selain membuka rekruitmen bagi tenaga tracer,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data per 13 Juli 2021, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cianjur mencapai 8.887 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 7.009 orang telah dinyatakan sembuh, 1.487 orang masih dalam penanganan, dan sebanyak 216 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya, sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kekurangan tenaga kesehatan (nakes), seiring dengan terus melonjaknya kasus COVID-19.

“Rumah sakit milik pemerintah maupun swasta serta puskesmas di Kabupaten Cianjur kekurangan tenaga kesehatan, baik dokter, perawat dan bidan,” ungkap Bupati Cianjur, Herman Suherman, Senin (12/7/2021).***