Cianjur Kekurangan Tenaga Kesehatan, Kasus Positif Covid-19 Terus Melonjak

CIANJUR – Sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kekurangan tenaga kesehatan, seiring dengan terus melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah itu. Ditambah lagi banyak Nakes terpapar corona.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan rumah sakit milik pemerintah maupun swasta serta puskesmas di Kabupaten Cianjur kekurangan tenaga kesehatan, baik dokter, perawat dan bidan.

Kondisi itu, kata Herman seiring terus melonjaknya angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona.

“Untuk menangani persoalan tersebut, kami membuka rekruitmen relawan tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, maupun bidan untuk menolong pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Herman, kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Herman menyebutkan, pihaknya masih menghitung kebutuhan relawan tenaga kesehatan di setiap fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas.

“Jumlahnya masih terus kami hitung, agar efektif juga. Sehingga para relawan tersebut dapat bekerja dengan baik dan maksimal,” jelasnya.

Herman mengungkapkan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten per 11 Juli 2021 sebanyak 8.500 pasien dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 6.619 orang.

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih menjalani isolasi mencapai 1.504 orang, dan untuk pasien meninggal dunia sebanyak 203 orang.

Sebelumnya, sebanyak 80 orang tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Sayang, Cianjur, terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya sejumlah layanan poliklinik di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu ditutup.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengungkapkan sebanyak 80 nakes itu terpapar dalam periode dua pekan terakhir.

Dijelaskan Yusman, puluhan nakes tersebut diduga terpapar akibat kontak erat dengan pasien yang sebelumnya juga dinyatakan positif virus Corona.

“Dalam dua pekan terakhir ini ada sebanyak 80 Nakes di RSUD Sayang Cianjur yang dinyatakan positif Covid-19,” kata Yusman.***