Kenalan di Medsos, ABS Bawa Kabur Gadis 15 Tahun dan Disetubuhi

Kabupaten Cianjur – Polsek Sukaluyu menangkap seorang pemuda berinisian ABS (24) asal Kecamatan Cibeber, setelah membawa kabur dan melakukan pelecehan seksual pada gadis di bawah umur. Palaku meyakinkan korban agar mau berhubungan badan dengan diimingi-iming akan dinikahi bila terjadi sesuatu.

Informasi yang dihimpun, aksi bejad tersebut berawal perkenalan di media sosial Facebook. Dari situ pelaku dan korban bertukar nomor handpohone karena percakapan hubungannya semakin erat.

Pelaku pun mengajak bertemu dengan RS (15) korban yang diketahui pelajar SMP asal warga Kecamatan Sukaluyu. Dari pertemuan itu pelaku mengajak korban main dan dibawa kesebuah kontrakannya untuk menginap.

“Saat menginap, pelaku langsung menyetubuhi korban,” kata Kapolsek Sukuluyu, Iptu Anaga Budiharso kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Pelaku membawa korban ke kontrakannya di Kecmatan Cibeber selama dua minggu. Selama itu, korban disetubuhi oleh pelaku sebanyak tujuh kali.

“Korban terakhir dibawa kabur selama belasan hari ke rumah pelaku. Pengakuannya disetubuhi sebanyak tujuh kali,” kata dia.

Pelaku dibawa kerabat korban dirumah kontrakannya, sehingga Polisi pun menangkap pelaku yang sudah diamankan ketua RT dirumahnya, karena takut dihakimi masa.

“Kami langsung mengamankan dan membawa ke kantor polsek, karena Masa yang sudah berkerumun di rumah ketua RT,” terangnya.

Atas tindakannya pelaku dijerat pasal 81 ayat 2 junto pasal 76 D Undang-undang nomor 15 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 332 KUHPidana.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara, pengakuan ABS dirinya menyetubuhi korban di rumah kontrakannya yang kondisi rumah kosong karena tinggal sendiri. Membuat dirinya leluasa melakukan aksi bejatnya.

Pegawai wiraswasta itupun hampir setiap hari di rumah dan berhubungan badan hingga 7 kali lantaran sedang dirumahkan oleh tempat kerjanya.

“Di rumah disetubuhinya, karena awalnya kontak-kontak. Saya suka dengan korban, setelah kenalan di Facebook dan komunikasi lewat Whatsapp,” tuturnya. ***