Pasca Tertangkapnya Calo, Disdukcapil Perketak Proses Pengurusan Administrasi Kependududan

Kabupaten Cianjur – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, kini memperketat proses pengurusan adminidstrasi kependudukan, pasca tertangkapnya para calo KTP dan KK. Terlebih, mulai Selasa (14/1/2020), dibuka layanan 250 kuota untuk pencetakan e-KTP.

Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Popon Ajizah, menjelaskan, upaya mempersempit ruang gerak calo di Disdukcapil dilakukan mulai dari pendaftaran dan pengambilan nomor antrian. Dari yang semula dibuka sejak pukul 06.30 WIB, kini menjadi pukul 07.30 WIB.

Selain itu, akses masuk pemohon ke ruangan pun kini dibatasi hanya untuk yang perekaman dan keperluan penting lainnya.

“Pembukaan pendaftaran dan nomor antrean harus dilakukan oleh sendiri dan dibuka saat ramai. Sehingga para calo tidak memiliki kesempatan untuk ikut mengambil nomor antrian. Yang masuk juga dibatasi, sehingga mereka tidak bisa masuk seenaknya,” kata Popon.

Popon menambahkan, mulai Selasa (14/1/2020), Disdukcapil memberikan layanan pencetakan e-KTP dengan kuota 250 keping per harinya. Karena, pekan lalu Disdukcapil mendapatkan distribusi blanko dari Pemerintah Pusat sebanyak 10 ribu keping, dari yang biasanya hanya ratusan hingga 4.000 keping dalam sekali pengajuan distribusi blanko.

Dengan banyaknya kuota per hari, upaya memperketat proses pencetakan diharapkan tidak ada celah bagi calo untuk memanfaatkan penambahan kuota tersebut.

Selain itu, kata dia, Disdukcapil juga memberikan imbauan pada warga yang mengurus administrasi kependudukan untuk memproses sendiri kebutuhannya dan tidak melalui calo. “Kami pasang spanduk terkait imbauan tersebut. Kami tegaskan untuk tidak melalui calo,” tegasnya.

Ditanya terkait dugaan adanya oknum pegawai Disdukcapil yang bekerjasama dengan para calo, Popon mengaku masih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari pihak kepolisian.

“Kami masih tunggu, kan setelah penangkapan 10 orang calo itu ada dugaan pegawai yang terlibat. Tapi untuk siapa-siapanya masih belum tahu, tunggu hasil dari polisi. Kalau memang ada pasti kami tindak tegas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polsek Karangtengah menangkap 10 calo KTP, KK yang beredar di lingkungan Disdukcapil Kabupaten Cianjur. Selain calo luar, juga ditemukan orang dalam dari Disdukcapil. ***