Pembangunan Jalan Senilai Rp 10,6 Miliar Tidak Sesuai Kontrak, Wabup Cianjur Kecewa

CIANJUR – Wakil Bupati Cianjur Tb Mulyana Syahrudin kecewa pembangunan ruas Jalan Cijati-Cibungur Kecamatan Cijati, karena tidak selesai tepat waktu sesuai kontrak yang ditentukan.

Bahkan dalam Inpeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan Tb Mulyana Syahrudin itu juga ditemukan kerusakan disejumlah titik pada pembangunan ruas jalan penghubung antar Kabupaten Cianjur – Kabupaten Sukabumi tersebut.

Mulyana mengatakan, sidak yang dilakukannya tersebut setelah mendapatkan laporan dari sejumlah masyarakat terkait pengerjaan proyek pembangunan jalan yang tidak sesuai dan bermasalah.

“Ada beberapa laporan yang kita terima, terkait pengerjaan proyek jalan ini. Selain kontrak yang tidak selesai tepat waktu. Kualitas pekerjaan juga menjadi sorotan, terutama kualitas beton,” katanya pada wartawan, Sabtu (15/01/2022).

Setelah dilakukan pengecekan, kata dia, proyek senilai Rp 10,6 miliar itu ditemukan kerusakan pada beton, seperti dititik STA 1:800 ruas jalan itu, banyak beton yang pecah dan retak.

“Untuk STA 1:800 kita rekomendasikan untuk dibongkar kembali. Karena, memang betonnya tidak sesuai dan banyak yang pecah dan retak,” jelasnya.

Mulyana menegaskan, pembangunan proyek jalan tersebut seharusnya selesai pada 31 Desember 2021, namun karena ada keterlambatan sehingga diberikan kebikajakan oleh Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur waktu tambahan.

“Saya minta agar pelaksana proyek untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan penambahan waktu pengerjaan oleh pihak Dinas PUTR Cianjur,” ucapnya.

Selain itu, Mulyana juga mendatangi lokasi mini plan yang memproduksi beton untuk pembangunan jalan tersebut.

“Saya minta agar pelaksana proyek memperhatikan kualita pekerjaan dan secara teknis, dan tentunya dinas juga sudah memberikan sanksi berupa denda atas keterlambatan pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana proyek pembangunan ruas Jalan Cijati-Cibungur, Lia Padlyah mengakui adanya keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan pembangunan jalan itu, karena karena proses pengadaan yang sempat di ulang.

“Sehingga cukup memakan waktu dalam proses pengadaannya. Belum lagi, kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga sangat berdampak pada proses pengecoran beton jalan,” singkatnya.