Ramai Covid-19, Lima Pejabat Perumdam Tirta Mukti Melancong ke Luar Negeri

Kabupaten Cianjur – Ditengah ramai wabah Corona (Covid-19) yang melanda dunia, lima pejabat di Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur malah melakukan karyawisata ke kawasan Eropa. Padahal, sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah mengeluarkan imbauan agar tidak melakukan kunjungan keluar kota atau keluar negeri.

Kelima pejabat di lingkungan BUMD Pemkab Cianjur itu, di antaranya Direktur utama, Direktur umum, kepala sub bagian kas, dan kepala bagian produksi bersama seorang stafnya.

Pelaksana harian (Plh) Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Syamsul Hadi mengatakan, kelimanya sedang mengambil cuti tahunan dan berangkat untuk urusan pribadi. “Mereka berangkat pada tanggal 10 Maret lalu, serta tengah cuti tahunan,” katanya.

Hadi mengungkapkan, mereka sebenarnya jauh-jauh hari merencanakan akan umrah, serta akan berangkat tanggal 5 Maret. Karena akses ke Mekah ditutup sementara, sehingga oleh travelnya dialihkan perjalanan. “Terkait agenda mereka disaat ini, saya tidak tahu menahu,” ungkap dia.

Menurut Hadi, rencananya kelimanya baru akan pulang pada 23 Maret 2020. Namun, karena ada kebijakan lockdown dibeberapa negara yang dikunjungi, sehingga dua direksi dan tiga pegawai PDAM itu memutuskan untuk pulang lebih awal.

“Sebenarnya masih dalam batas wajar, hanya saja momennya yang tidak pas. Karena sedang ramai wabah Virus Corona,” ujarnya.

Rencananya, kata dia, mereka tiba di tanah air malam nanti. “Informasinya, saat ini mereka masih berada di Belanda dan sedang menunggu take off ke Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, sudah meminta mereka agar segera kembali ke Cianjur. “Saya sudah menelepon menyuruh pulang. Karena, mereka berangkat saat kondisi merebaknya wabah, ” ujar Herman.

Herman mengaku tidak mengetahui sejak kapan mereka berangkat, sebab tidak ada permohonan cuti dari para pejabat BUMD tersebut. “Baru tahu kemarin mereka di luar negeri. Saya tidak pernah mengeluarkan izin cuti, apalagi untuk ke Eropa,” ujarnya.

Herman juga meminta kelima orang itu untuk dites kesehatan. Sebab mereka sudah bepergian ke luar negeri dan dikhawatirkan terpapar Covid-19 selama berada di sana (Eropa). “Bukan dianjurkan lagi, harus periksa kesehatan. Mereka masuk dalam pengawasan, meskipun tidak dalam kondisi sakit,” pungkasnya. ***