Terpeleset, Pegawai Non PNS Disnakanlut Cianjur Tenggelam di Waduk Jangari

Kabupaten Cianjur – Sarmin (50) Pegawai non-PNS di Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur, tenggelam di Waduk Jangari, Rabu (15/7). Diduga, korban terpeleset dari perahu yang ditumpanginya hingga tenggelam.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada saat Sarmin akan melakukan aktivitasnya sekitar pukul 09.45 WIB. Korban yang sudah bekerja puluhan tahun tersebut, seperti biasa melakukan perjalanan menuju Keramba atau Kolam Jaring Apung (KJA) percontohan milik Dinas Kelautan Perikanan Peternakan Kabupaten Cianjur dengan menggunakan speedboat milik dinas.

Saat diperjalanan, korban berhenti untuk membersihkan baling-baling karena tersangkut tanaman eceng gondok di Kawasan Kampung Sindang Saluyu RT 04/08 Desa Sindangjaya Kecamatan Ciranjang. Namun, saat akan membersihkan korban terpeleset dan tenggelam.

“Sebelum tenggelam Korban sempat minta tolong, namun warga yang berada di sekitar tak berhasil menyelamatkan dan korban tenggelam,” kata Sekertaris BPBD Kabupaten Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi melalui telepon selular, Rabu (15/7/2020).

Sehingga, petugas BPBD beserta Basarnas langsung melakukan upaya pencarian, bahkan Satu unit Palsar Air pun diturunkan untuk mencari tubuh korban. “Hingga sore hari petugas masih berusaha mencari korban, namun korban belum ditemukan,” tuturnya.

Irfan mengungkapkan, saat ini tim pencarian menghentikan sementara pencarian korban di Kawasan tersebut. Karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan. “Kami menghentikan pencarian karena faktor cuaca yang tidak memungkikan, dan akan dilanjutkan kembali besok pada pukul 08:00 WIB,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disnakanlut Kabupaten Cianjur Parwinia membenarkan, jika korban pegawai non PNS di lingkungan Disnakanlut. Korban sudah lama bertugas di kawasan waduk Jangari untuk mengecek dan memberi pakan ikan di KJA percontohan milik dinas.

“Iya Amin ini pegawai di Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, tapi nonPNS. Sudah lama dia bekerja,” katanya.

Pihaknya berharap, jasad korban agar segera ditemukan. “Kemungkinan tubuh korban tenggelam dan masuk dalam lumpur di bawah waduk. Dibawah itu lumpurnya tebal, karena ada bekas pakan ikan dari KJA di sana juga. Kami berharap bisa segera ditemukan,” pungkasnya. ***