TKI Asal Cianjur jadi Korban Pembunuhan, Pihak Keluarga Minta Kejelasan

Kabupaten Cianjur – Pihak keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban pembunuhan asal Kampung Sukaluyu RT 01/10, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mempertanyakan kejelasan kasus tersebut.

Pasalnya, sudah hampir dua bulan lamanya tidak ada kabar berita terkait kejelasan meninggal anaknya. Bahkan, pihak keluarga sudah menyerahkan dokumen yang diperlukan pihak kepolisian setempat.

“Sampai hari ini belum ada informasi baik dari KBRI maupun dari kementerian,” ujar Ibu kandung korban, Ai Rukiah (57) kepada wartawan.

Sejak informasi kematian anaknya pada 26 Maret 2020 tersebut kata Ai, pihaknya mengaku belum bisa tenang tanpa ada kabar kejelasan soal kasus kematian anaknya tersebut.

“Saya hanya ingin tahu kabarnya seperti apa, apakah almarhumah sudah dikuburkan apa belum. Soalnya kalau lama kasian jenazah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Divisi Hukum DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Rahman Saepulloh SH, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya mengirimkan surat ke PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, BP2MI, KBRI Riyadh dan Disnakertran Cianjur.

“Sudah kami lakukan upaya. Bahkan surat sudah dikirim sebanyak dua kali, namun jawaban dari PWNI terhambat dengan kondisi Covid-19 sekarang,” kata Rahman.

Pihak Astakira Cianjur, kata Rahman, akan terus berupaya memperjuangkan kasus kematian WNI/PMI, apalagi kematian Evi Noviyanti (almh) yang diduga dibunuh. “Kami akan terus perjuangkan sampai haknya bisa dikabulkan dan diterima keluarga,” tegasnya.

Sekedar diketahui, TKI asal Kampung Sukaluyu RT01/10, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Evi Noviyanti binti Edi Iin (37) meninggal dunia diduga dibunuh.

Korban yang sudah meninggal ditemukan di areal parkir mall daerah Alkahfi 100 km dari Ibu Kota Riyadh Arab Saudi dengan penuh lebam yang diduga korban kriminal. ***