Tuntut Panitia Pilkades Waringinsari Mundur, Warga Bakar Motor di Halaman Kantor Desa

Kabupaten Cianjur – Ratusan warga Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, geruduk kantor desa, Selasa (21/1/2020). Warga mendesak panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Waringinsari mundur, lantaran kecewa dengan hasil penetapan calon kepala desa.

Informasi yang dihimpun, aksi protes itu sudah dilakukan selama dua hari, Senin (20/1/2020) dan Selasa (21/1/2020). Namun, tidak hanya melakukan aksi protes, warga juga melakukan aksi bakar ban bekas hingga kayu di halaman kantor desa.

Dalam aksi pada Senin (20/1/2020), satu unit sepeda motor milik salah seorang warga menjadi sasaran aksi pembakaran hingga hangus. “Warga protes supaya panitia mundur dan proses penetapan hingga pemilihan kepada desa diundur. Warga keberatan panitia menerima calon kades yang dari luar Desa Waringinsari,” kata Aceng Abdul Hanan (25) salah seorang warga Desa Waringinsari, saat dihubungi melalui telepon seluler.

Sementara, Camat Takokak, Aziz Muslim, membenarkan adanya protes dari warga yang berujung dengan aksi bakar ban bekas, kayu, hingga satu unit sepeda motor. “Iya, untuk yang bakar sepeda motor kemarin. Itupun sepeda motor warga yang memang sudah rusak, bukan milik perangkat desa,” ujar Aziz.

Menurutnya, unsur Muspika Kecamatan Takokak sudah berusaha menengahi dan meredakan gejolak yang berawal dari tidak terimanya warga atas hasil seleksi calon kepala desa.

Warga merasa keberatan lantaran calon yang lolos seleksi dianggap bukan putra daerah, padahal dua di antaranya merupakan warga asli Desa Waringinsari Kecamatan Takokak.

“Sebelumnya ada 9 bakal calon kepala desa, dan yang ikut seleksi akademik beberapa hari lalu ada 8 orang. Dari 8 orang tersebut, lima yang terbaik ditetapkan sebagai calon kepala desa. Tapi mungkin ada kekecewaan dari warga, karena ada incumben yang tidak lolos. Padahal sudah dijelaskan kalau seleksinya sudah sesuai aturan,” katanya.

Dengan adanya gejolak tersebut, pihak panitia Pilkades Waringinsari dan Pemerintah Kecamatan bakal menunggu arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur. Pengumuman calon kepala desa yang harusnya dilaksanakan pada Selasa (21/1/2020) pun ditunda.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Cianjur, Ahmad Danial, mengaku bakal menggali dulu informasi dari panitia dan pemerintah kecamatan, sebelum mengeluarkan keputusan.

“Kami dalami dulu, supaya nanti ada solusi terbaik dan putusannya bisa diterima oleh semua pihak,” ungkap Danial. ***