Warga Perumahan PNN, Cianjur Bahu Membahu Membantu Tetangga yang Sedang Menjalani Isolasi Mandiri Covid-19

CIANJUR – Warga Perumahan PNN (Prima Nagrak Nusantara), Cianjur, Jawa Barat bahu membahu membantu dan mendukung warga setempat (Tetangga) yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) Covid-19 di rumah dengan rutin memberikan makanan, buah-buahan, dan vitamin.

Diketahui terdapat dua orang warga yang sedang menjalani isolasi di perumahan itu. Mereka terkofirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab antigen.

Namun, mereka semuanya tanpa gejala, sehingga oleh pihak puskesmas setempat direkomendasikan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari di rumah masing-masing.

Meskipun warga lainnya sempat khawatir, warga tidak lantas mengucilkan mereka yang sedang berjuang untuk sembuh dari paparan virus Corona tersebut. Justru sebaliknya, warga memberikan dukungan dan semangat agar dapat kembali sehat.

Bendahara RT 005/010, Perumahan Prima Nagrak Nusantara, Atin mengungkapkan setiap hari warga memasok seluruh kebutuhan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Tidak hanya makanan, lanjut Atin, warga juga memasok seperti susu dan vitamin. “Setiap pagi dan sore, warga memasok makanan yang dikordinasikan oleh ketua RT. Makanan, seperti susu, roti, buah-buahan, hingga vitamin dikumpulkan untuk kemudian diberikan kepada mereka,” kata Atin, kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021).

Untuk menghindari kontak langsung, makanan yang dibungkus kantong plastik itu digantung di pagar rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Sejak hari pertama karantina, ini wujud kepedulian kami selaku warga untuk memberi dukungan kepada tetangga kami yang sedang isolasi mandiri karena terpapar Covid-19,” jelasnya.

Atin mengungkapkan, tidak merasa khawatir dengan kondisi tersebut, karena sejauh ini, baik warga yang terpapar maupun warga lain sangat ketat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa membantu proses pemulihan. Mereka tidak sendiri. Kami ada dan siap men-support hingga isolasi usai,” ucapnya.

Diungkapkan Atin, warga yang terpapar berasal dari dua keluarga. Soal dari mana kasus ini bermula, ia mengaku tidak tahu pasti. Hanya saja, dari informasi yang didapat, salah satu warganya itu terpapar virus corona dari tempat kerja.

“Diduga dari lingkungan tempat kerjanya, karena yang satu berprofesi sebagai tenaga kesehatan, dan satu lainnya bekerja di perusahaan perbankan. Kedua dalam kondisi baik dan tidak bergejala,” ucapnya.

Selain memasok makanan, bersama perangkat RT lain, pihaknya mengawasi jalannya isolasi mandiri. Ia berharap, warga yang terpapar tetap disiplin prokes selama menjalani karantina agar bisa selesai dan kembali sehat.

“Kita pantau dan terus beri dukungan. Alhamdulilah kondisi mereka sekarang semakin membaik,” tandasnya.***