Meski Dengan Tingkat Kesulitan Tinggi, Kaneron Masih Eksis di Sukabumi

Kabupaten Sukabumi – Kaneron adalah kerajinan tas anyaman kulit rotan khas sunda. Hingga saat ini di Kampung/Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi kerajinan tersebut masih dipertahankan oleh Arnim (70).

Selain bertani, sejak 53 tahun lalu Arnim menekuni kerajinan kaneron yang dipelajarinya turun-menurun warisan dari orangtuanya.

Namun rupanya untuk membuat sebuah kaneron tingkat kesulitannya cukup tinggi. Setelah menyerut kulit rotan menjadi beberapa lembar, selanjutnya ada teknik penganyaman tradisional yang harus dilakukan yakni boyongbongan, pihuntuan, kepang kedeng, kepang tangtung, dan pisalah.

“Membuat sebuah kaneron dibutuhkan sekitar 120 lembar kulit rotan atau 20 tangkai rotan dengan ukuran satu meter. Sementara untuk bagian gigir belutnya sebagai hiasan dibuat dengan pena kaligrafi (handam),” jelasnya disela-sela kesibukannya membuat kaneron.

Untuk itu proses pembuatan sebuah kaneron diperlukan waktu sekitar tiga hari. Dalam sebulan ia dapat memproduksi sekitar 10 kaneron, yang dijualnya dengan harga Rp50 ribu hingga Rp120 ribu perbuah tergantung tingkat kerumitan pembuatannya.

Untuk pemasarannya, selain mendapatkan pesanan dari luar kota seperti Bogor dan Jakarta, beberapa pembeli yang berasal dari luar Sukabumi juga kerap datang langsung ke rumahnya.

“Pemasarannya ada yang sengaja datang langsung atau memesan dan saya kirim barangnya. Kualitas kaneron dari kulit rotan ini kuat dan mampu bertahan hingga lima tahun,” pungkasnya.

Reporter: M. Rizal Jalaludin
Editor: Ari Wahyuni