Qalam Rajawali Sukses Tembus Pasar Mancanegara

Kota Sukabumi – Bermula dari hobinya menekuni seni kaligrafi, Muhammad Lutfi (29) kini mengembangkan usahanya dalam memproduksi qalam (sebuah pena yang terbuat dari rumput buluh yang digunakan dalam seni kaligrafi).

Pria asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang kini tinggal di Kampung Kopeng Tengah, RT 06 RW 02, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi ini bahkan telah berhasil memasarkan qalam buatannya ke mancanegara.

Awalnya ia mengaku iseng membuat empat batang qalam yang dipromosikannya melalui media sosial. Namun tak disangka ternyata hal itu mendapatkan respon dari salah seorang pembeli dari Lebanon.

“Iseng aja jual empat batang qalam di medsos, ternyata ada yang beli dari Lebanon. Lalu setelah itu, ia kembali memesan dengan jumlah 100 batang,” jelasnya.

Kini qalam buatannya sudah terjual sampai ke 12 negara yang konsumennya didominasi dari negara-negara Timur Tengah. Salah satunya adalah Turki yang seringkali mengadakan perlombaan kaligrafi tingkat Internasional.

Sejak memulai usahanya pada 2015 lalu, kini ia terus mengembangkan qalam buatannya dengan berbagai inovasi. Dengan dibantu tiga orang karyawan lainnya, dalam sebulan omzet penjualan qalamnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Harga qalam yang dijualnya bervariasi mulai dari Rp15 ribu hingga Rp35 ribu tergantung ukurannya. Biasanya ukuran qalam terbagi untuk sidah, huruf dan harakat. Sedangkan lebar dan derajat kemiringan setiap qalam biasanya berbeda menyesuaikan besaran huruf yang akan dibuat dengan tangan penggunanya.

“Semula saya buat qalam hanya dari bambu saja. Tapi kini saya berinovasi dengan qalam jawi yang mata qalamnya diimpor dari Brunei Darussalam. Ada juga qalam dari kayu cendana yang beraroma khas cendana. Semua qalam itu saya beri brand Qalam Rajawali,” pungkasnya.

Reporter: M. Rizky
Redaktur: Ari Wahyuni