Waspadai Aplikasi Pinjaman Online Illegal, OJK Edukasi Kaum Millenial

Kabupaten Sukabumi – Di era yang serba canggih ini, semuanya dipermudah dengan sistem online termasuk pinjaman. Untuk itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada para kaum milenial untuk mengajukan pinjaman online, sebab tidak semuanya legal dan berada dalam pengawasan OJK.

Menurut Kepala OJK Jawa Barat, Triana Gunawan mengatakan hingga saat ini hanya ada 99 aplikasi pinjaman online yang terdaftar di OJK. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya kaum millenial yang sangat lekat dengan gadget untuk waspada.

Masyarakat diharap untuk jeli dengan persyaratan yang ada dalam pinjaman online tersebut seperti besaran bunga, biaya admin hingga jangka waktu pembayarannya.

“Kami disini mengedukasi kaum millenial agar tidak terjerat aplikasi pinjaman online yang illegal. Biasanya banyak iming-iming menarik yang membuat mereka tergiur tanpa tahu apakah hal tersebut legal atau tidak,” jelasnya saat mengisi acara ‘Generasi Zaman Now, Generasi Melek Keuangan’ di SMKN 1 Sukalarang, pada Senin (25/02).

Selanjutnya untuk memastikan apakah aplikasi pinjaman online tersebut terdaftar di OJK, masyarakat bisa langsung menghubungi call center resmi OJK di nomor 157.

Selain itu untuk mengantisipasi bahaya dari aplikasi pinjaman online illegal, pihaknya telah membentuk tim satgas waspada investasi.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XI, Heri Gunawan mendukung acara ini dengan harapan dapat memberikan edukasi kepada kaum millenial agar lebih melek tentang keuangan, salah satunya seperti pinjaman online.

“Dengan era digital yang semuanya serba online ini, kaum millenial juga harus memilah mana saja aplikasi pinjaman online yang legal. Karena industri ini relatif dan tidak menggunakan jaminan jadi bisa saja bunga yang ditawarkan tinggi. Nah itulah mengapa kita harus imbau dari sekarang,” pungkasnya.

Reporter: M. Rizky
Redaktur: Ari Wahyuni