Woow !! Olih Sulap Limbah Kertas jadi Rupiah

Kabupaten Sukabumi – Barang bekas sering dipandang sebelah mata. Bahkan sering dibuang dan dijual dengan harga yang sangat murah. Tetapi di tangan orang kreatif, barang bekas tersebut bisa disulap menjadi barang yang bernilai tinggi dan bisa dijual dengan harga mahal.

Seperti yang dilakukan Olih Solihin (50) warga Kampung Manggis Girang RT 03/04, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Barang bekas atau yang sudah dibuang ke tempat sampah, seperti kertas bekas semen, ternyata ada solusi yang cukup unik dan menarik.

Olih menyulap bahan dari kertas semen dijadikan hiasan rumah yang cukup unik, seperti tempat tissue, lampu belajar, lampu tidur, pot bunga, pigura, serta hiasan rumah lainnya.

Hasil karya anak bangsa yang kini tidak diketahui banyak orang ini, ternyata sangat bisa dijadikan untuk motivasi anak bangsa lainnya. Pasalnya dijaman era modern seperti ini sangat susah mencari pekerjaan.

Hasil penelusuran Masaginews, pada Tahun 2003 Silam, Olih Solihin (50) mulai menggeluti karya tersebut dan masih berkarya hingga sekarang.

“Awalnya saya iseng-iseng aja, setelah saya coba membuat kerajinan ini ternyata banyak peminat hingga bisa dipasarkan ke Jakarta dan sempat tembus ke luar Jawa,” ungkap Olih kepada Masaginews, (1/10/19)

Olih memproduksi kerajinan tersebut dirumahnya. Namun, lama kelamaan banyak orang yang berminat ingin belajar membuat kerajinan tersebut.

“Saya produksinya dirumah, dari hasil karya itu, saya ajarkan kepada ibu-ibu yang ingin mengikuti jejak saya,” tambahnya

Meski mengembangkan kerajinan tersebut menghasilkan rupiah, namun berbeda dengan Olih, dirinya bukan semata ingin meraup keuntungan, tetapi ingin membantu ibu-ibu supaya ada bantuan penghasilan dan bisa meringankan beban perekonomiannya.

“Saya bukan cari keuntungan, cuma niat saya ingin membantu ibu-ibu yang tidak mempunyai penghasilan, ya setidaknya dengan adanya ini beban mereka bisa berkurang,” tutupnya.

Meski dirinya dibantu ibu-ibu sekitar rumahnya, namun karyanya kini sudah dipasarkan ke beberapa wilayah di Jakarta dan jawa.

“Kebetulan saya tidak punya karyawan, namun kalau memang ada pesanan banyak, saya suka memanggil ibu-ibu yang biasa, 4 sampai 5 orang.

Sampai saat ini, hasil kerajinan tangan yang Olih produksi, sudah menghasilkan beberapa jenis. Setiap produksi yang dihasilkan, Olih mematok harga mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 350 ribu, tergantung jenis barang yang di inginkan. (Herwanto)