Kue Cucur Legendaris asal Cibadak Ini Diminati Konsumen Dalam dan Luar Negeri

Kabupaten Sukabumi – Asal usul penamaan kue cucur konon berasal dari cara pembuatannya yang menuangkan adonan dalam jumlah banyak diatas penggorengan.

Makanan tradisional yang bercitarasa manis, gurih, empuk didalam dan renyah diluar ini cukup mudah ditemukan di aneka jajanan pasar tradisional.

Namun di Jalan Raya Leuwigoong, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ada penjual kue cucur yang sangat legendaris.

Lebih dari 38 tahun, bisnis rumahan ini diwariskan turun temurun oleh pasangan Marianah (65) dan Agus Shamboue (72) pada anak cucunya.

Berbahan dasar tepung beras, gula merah dan jahe, kue cucur yang dinamai “Cuhcur Manado” ini mampu menarik pembeli hingga luar daerah bahkan luar negeri.

“Selain pembeli dari Cibadak, Parungkuda, dan Cikembar ada juga pembeli dari Pontianak bahkan dari Amerika dan Belanda,” jelas Agus Shamboue saat ditemui Masaginews.com.

Buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB, dalam sehari pihaknya bisa meraup keuntungan hingga Rp1 juta. Terlebih di akhir pekan keuntungannya bisa lebih dari Rp2 juta.

Untuk bisa menikmati kue cucur yang masih hangat, pembeli tak perlu menunggu lama hanya sekitar lima menit saja kue cucur sudah siap dihidangkan. Kue cucur ini dijual dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp2200 per buahnya.

“Sementara kami belum membuka cabang di tempat lain karena kondisi belum memungkinkan. Namun tidak menutup kemungkinan anak cucu saya bisa meneruskan usaha ini dengan buka cabang ditempat lain,” pungkasnya.

Reporter: Irfan Rifaudin
Editor: Ari Wahyuni