DPRD Cianjur, Minta APH Hukum Mati WNA Pelaku Penyiram Air Keras

CIANJUR – DPRD Kabupaten Cianjur meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menghukum mati Warga Negara Asing (WNA) pelaku penyiram air keras kepada Sarah (21) untuk dihukum mati.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi mengungkapkan, perbuatan keji yang dilakukan WN Arab Saudi tersebut tentu sudah membuat murka dan geram masyarakat terutama warga Cianjur.

“Ini perbuatan yang sangat keji, dan tidak punya hati nurani. Istri sendiri di bunuh dengan iar keras sadis banget,” ujarnya pada wartawan, Senin (22/11/2021).

Ia menegaskan, pelaku AL (29), dihukum seberat-beratnya atau hukuman mati yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Harus di hukum mati, karena ini ada lah pelajaran buat kaum perempuan yang milih nikah sirih, atau kontrak,” kata dia.

Selain itu, Sahli mengatakan, pihaknya akan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang kawin kontrak dan nikah sirih.

“Dengan mengeluarkan Perda soal kawin kontrak atau nikah sirih, merupakan solusi yang tepat agar tidak ada lagi warga atau WNA yang menikah sirih atau kontrak,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, kasus penyiraman air keras hingga korban sampai meninggal dunia harus ditindak lanjuti dengan kententuan dan peraturan yang berlaku.

“Harus di tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku, di hukum seberat-beratnya,” tuturnya

Ia menegaskan, pelaku harus dihukum seberat-berarnya agar menjadi efek jera bagi pelaku.

“Kejadian tersebut tentu harus menjadi pelajaran bagi kita semua supaya, hal itu tidak kembali terulang, dan disini semua warga harus berperan juga,” kata dia.