Jual Obat Berbahaya, Dua Warga Cisolok Diringkus Polisi

Kabupaten Sukabumi – Dua orang warga Kampung Pajagan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi berinisial DRS (28) dan AFR (20) diringkus Sat Narkoba Polres Sukabumi karena kedapatan mengedarkan obat-obatan daftar G, pada Kamis (08/07) dini hari sekira pukul 01.30 WIB.

Obat-obatan daftar G (Gevaarlijk) atau yang artinya berbahaya ini seharusnya hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Umumnya ciri-ciri obat ini adalah terdapat lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya. Obat ini dinamakan obat keras karena jika digunakan secara sembarangan bisa membahayakan, meracuni tubuh bahkan bisa menyebabkan kematian.

Sebelumnya keduanya sempat berusaha melarikan diri dari kejaran polisi hingga akhirnya tertangkap di sebuah rumah kontrakan di daerah tersebut. Kasat Narkoba Polres Sukabumi, AKP Jimmy Ridwan Sihite mengatakan pihaknya melakukan penangkapan berdasarkan dari laporan warga yang merasa resah dengan ulah keduanya.

“Warga sekitar merasa resah karena dalam rumah kontrakan tersebut terdapat sekumpulan orang yang diduga sering meminum minuman keras dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang,” jelasnya kepada Masaginews.com.

Namun saat melakukan pengecekan ke lokasi, pihaknya segera menemukan kedua tersangka yang berniat melarikan diri. Ia juga berhasil mengamankan beberapa jenis obat-obatan yang disimpan disebuah lemari plastik di dalam rumah kontrakan tersebut.

Obat-obatan tersebut diantaranya adalah jenis hexymer dan tramadol. Selain itu barang bukti lain yang berhasil diamankan adalah sebuah ponsel dan uang tunai sejumlah Rp485 ribu.

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 196 Jo, Pasal 98 (2)(3) dan atau pasal 197 Jo 106 (1), UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana kurungan maksimal selama 15 tahun. (M. Rizal Jalaludin)