Melihat Banyak Polisi Serasa “Diguncang Gempa” Pemotor Ini Milih Menunggu Razia Selesai

Kabupaten Sukabumi – Razia kendaraan seakan menjadi momok menakutkan bagi para pengendara yang tidak memenuhi aturan dalam berkendara, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

Seperti yang terjadi saat razia kendaraan yang dilakukan Satlantas Polres Sukabumi, dalam operasi patuh lodaya 2019 di Jalan raya Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (9/9).

Banyak pengendara yang berhenti mendadak ketika melihat plang razia kendaraan bermotor, ada yang memilih diam menunggu sampai razia selesai, ada juga yang memilih putar arah mencari jalan tikus yang dianggap aman untuk melintas.

Ternyata, ketika razia kendaraan berlangsung banyak pengendara yang tiba-tiba merasakan badannya gemetaran seperti diguncang gempa bumi. Seperti yang dialami oleh Beni Sugiantoro (18).

“Rewas teu pararuguh, ngadegdeg oge (kaget gak karuan, gemetaran juga),” ucap Beni dengan logat sunda kepada Masaginews.com sembari menunggu razia kendaraan selesai.

Ia mengaku memilih menunggu razia kendaraan sampai selesai, karena tidak ada jalan tikus yang bisa dilalui untuk menghindari razia.

“Saya memilih nunggu raziaan sampai selesai, soalnya gak ada jalan pintas, kalau razianya di dekat Tenjo Resmi itu ada jalan pintas,” kata Beni bergemetar.

Dihubungi terpisah, Kepala unit Registrasi dan Identifikasi (Kanit Reg Ident) Polres Sukabumi Iptu Arta Dwikusuma mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan pengendara yang kucing-kucingan saat razia kendaraan berlangsung.

“Kita yang penting sama-sama selamat saja. Kita menjalankan hukum dan mencoba menyadarkan mereka yang melanggar dengan cara tilang, kalau mereka kucing-kucingan ya monggo. Apabila mau putar arah ya monggo silahkan,” ujarnya.

Apabila pengendara masih kucing-kucingan dengan Polisi saat razia berlangsung, Ia mengatakan pengendara tersebut belum taat hukum atau aturan berkendara. “Berarti mereka kan belum sadar, sudah sadar tapi menyepelekan,” tukasnya. (M Rizal Jalaludin)