Pemohon SKCK di Mapolres Sukabumi Kota Membludak, Pelayanan Dibatasi

Kota Sukabumi – Hampir setiap tahun menjadi pemandangan yang menarik setelah libur panjang hari Raya Idul Fitri, banyak warga yang ingin membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Seperti di Mapolres Sukabumi Kota, pemohon SKCK membludak.

Berdasarkan pantauan, ratusan pemohon mengantri sambil membawa sejumlah berkas untuk membuat SKCK untuk melengkapi berkas melamar pekerjaan. Kamis (13/6/2019).

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPKT) Polres Sukabumi Kota, Ipda Dewa Ningsih mengatakan, hingga saat ini pemohon pembuat SKCK mencapai 800 orang perharinya.

“Memang musiman tiap tahunnya, mulai bulan Mei sampai Agustus pasti akan terus membludak, kalau hari-hari biasa paling 100 sampai 150 orang” ujarnya.

Menurut Ningsih, banyaknya pemohon pembuat SKCK di sebabkan oleh beberapa faktor, seperti para pelajar yang baru lulus dari Ujian Nasional (UN) lalu. Selain itu kata dia, ada juga yang ingin melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi, dan para perantau pelamar kerja ke kota lain.

“Karena mungkin ada yang baru lulus ujian sekolah, bahkan ada juga yang mau melamar pekerjaan, terus ada yang mau melanjutkan pendidikan, bahkan hari ini kan masih libur, jadi mereka mempersiapkan SKCK dari mulai sekarang,” terangnya.

Sebelumnya, kata Ningsih, ketersediaan blangko SKCK di Polres Sukabumi Kota sempat habis, tapi sudah teratasi dan kembali normal.

Namun, karena membludaknya pemohon pembuat SKCK pihaknya membatasi antrian perharinya sebanyak 350 pemohon. Batasan tersebut dilakukan
Karena keterbatasan alat hingga para pelayan SKCK, dan dimulai sejak hari Kamis (13/6/2019).

“Berhubung kemarin sempat habis, tapi sekarang sudah di ambil lagi dari Polda Jawa Barat, selain itu juga keterbatasan komputer, hingga pelayan pembuat SKCK, jadi kita membatasi sehari hanya 350 SKCK,” pungkasnya. (Ricky)