Polisi Ciduk Empat Pelaku Pembacokan Siswa di Cicurug

Kabupaten Sukabumi – Polres Sukabumi berhasil menangkap 4 pelaku pembacokan yang menyebabkan seorang pelajar meninggal, dalam aksi tawuran antar pelajar SMK di depan Pasar Semi Modern Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/11/2019) lalu.

Ke empat pelaku yang masih pelajar warga Cicurug, Kabupaten Sukabumi tersebut, yakni RK (16), IB (17), AR (16), NA (16).

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan, sebelum aksi tawuran, para pelajar tersebut melakukan pembicaraan melalui messenger media sosial (medsos). Dalam pembicaraan tersebut terjadi perselisihan hingga terjadi tawuran.

“Mereka menggunakan provokasi, intimidasi di medsos, masing-masing menggunakan Facebook dan WhatsApp,” ungkap Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada wartawan di Mapolsek Cibadak, Sukabumi (4/11/19).

Dalam aksi tawuran yang dilakukan didepan Pasar Semi Modern Cicurug, mereka membawa senjata tajam. Namun, karena tak seimbang, pihak korban sempat berlari dan terjadi pembacokan.

“Kedua belah pihak tidak seimbang, jadi pas posisi mundur mereka dibacok menggunakan sebilah cerulit,” tambahnya.

Akibatnya, tiga orang pelajar mengalami luka bacok, satu diantaranya meninggal dunia yakni EF (17) pelajar SMK Pertanian, Kabupaten Sukabumi. Sementara, dua pelajar yang mengalami luka yakni Rizki M Fadillah dan Galih Permana.

Ke empat tersangka kini mendekam di Mapolsek Cobadak, Sukabumi untuk dilakukan pemeriksaan. Selain para pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa baju korban, handphone, senjata tajam.

Para tersangka dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan dikenakan hukuman selama 15 tahun penjara.

“Untuk korban meninggal pelaku dikenakan pasal 82 ayat 3 dan untuk korban luka berat, pelaku dijerat pasal 82 ayat 2 dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara,” cetusnya.

Sebelumnya, EF (17) salah seorang siswa SMKN Pertanian, Sukabumi, sudah terbujur kaku di Kamar Mayat Rumah Sakit Sekar Wangi Sukabumi. Diduga, siswa yang duduk dibangku kelas 10 ini tewas setelah mengalami luka bacokan usai melakukan aksi tawuran dengan sekolah lain. (Ricky)