Makan Korban, Polisi Tetapkan Pemilik Tambang Emas di Ciemas Sebagai Tersangka

Kabupaten Sukabumi – Polisi akhirnya menetapkan HER alias Bubun sebagai tersangka dibalik meninggalnya dua penambang liar yang terdampak gas beracun dari lubang galian emas di Kampung Pamoyanan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya Bubun sempat dimintai keterangan oleh polisi. Setelah keterangan dan barang bukti lengkap akhirnya polisi menetapkan Bubun yang merupakan pemilik galian emas tersebut sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Yadi Kusyadi memastikan lokasi galian emas tersebut illegal dan tidak berizin mulai dari Izin Usaha Pertambangan (IUP), IPR dan IUPK. Selain itu ia menilai tata kelola limbah pertambangan milik tersangka berpotensi membahayakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi operasional tambang.

“Pelaku kami amankan sehari setelah kejadian atau pada 11 Maret lalu. Ia dikenakan pasal 158 dan atau pasal 161 UU RI No 4 tahun 2009 tentang pertambangan. Selain itu kami jerat juga dengan pasal termasuk kelalaian,” jelasnya.

Sebelumnya polisi telah melakukan pengembangan penyidikan dan menemukan bahwa korban diketahui meninggal setelah 30 menit menghirup gas saraf dengan kode kimia VX di dalam lubang galian maut itu.

Meskipun beberapa rekan sesama penambang sempat melakukan upaya penyelamatan dengan memasukan blower kedalam lubang galian tersebut, namun sayangnya nyawa keduanya tak berhasil tertolong.

Reporter: M. Rizal Jalaludin
Editor: Ari Wahyuni