Rugikan Negara Rp27 Milyar, Polisi Ringkus Pelaku Penangkapan Benur

Kabupaten Sukabumi – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polres Sukabumi kembali berhasil menangkap tersangka pelaku penangkapan baby lobster (benur) pada Jumat (23/08) malam sekira pukul 20.00 WIB. Penangkapan tersebut berhasil dilakukan berdasarkan laporan dari warga.

Menurut informasi yang dihimpun, warga melihat tersangka H (56), Warga Kampung Cibuaya RT 06 RW 07, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi membawa benur pada Jumat (23/08) pagi sekira pukul 10.00 WIB menggunakan mobil bernopol F 1686 VD.

Selanjutnya, menindaklanjuti laporan tersebut Kasat Polair Polres Sukabumi, AKP Amran Kusnandar mengatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan. “Setelah mendapatkan laporan dari warga, kami langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian di Jalan Raya Bagbagan. Tak lama kemudian mobil yang bersangkutan melewati jalan itu dan kami langsung melakukan penggeledahan setelah menghentikan mobilnya,” jelasnya kepada Masaginews.com.

Dari hasil penyelidikan tersebut ditemukanlah 10 kantong plastik besar warna hitam yang didalamnya terdapat 511 kantong plastik bening ukuran satu kilogram yang berisi benur jenis pasir sekitar 102.058 ekor.

Sementara 23 kantong plastik berwarna bening ukuran satu kilogram lainnya berisi benur jenis mutiara sebanyak 2.276 ekor. Selanjutnya, satu karung plastik warna putih yang bertuliskan pure kaolin, didalamnya terdapat 24 kantong plastik warna bening ukuran satu kilogram yang berisikan benur jenis pasir sejumlah 4.690 ekor. Sehingga total keseluruhannya sebanyak 109.024 ekor.

Selain mengamankan benur yang dibawanya, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit mobil Suzuki Ertiga warna putih yang digunakan tersangka untuk membawa benur dan satu buah handphone.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di Mapolres Sukabumi. Akibat kejadian tersebut, tersangka merugikan negara lebih dari Rp27 miliyar. Saat ini benur yang diamankan dari tangan tersangka sudah dilepas liarkan ke laut oleh Sat Polair Polres Sukabumi yang disaksikan intansi terkait.

Atas kejadian tersebut tersangka dijerat Pasal 16 Ayat (1) Jo pasal 88 dan atau pasal 26 ayat (1) Jo pasal 92 UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah di ubah dan ditambahkan dengan UU RI No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan. (M. Rizal Jalaludin)