Sembilan Tahun TKW Asal Cisolok Disiksa Majikannya di Arab Saudi

Kabupaten Sukabumi – Lebih dari 9 tahun, Runiah (37) tenaga kerja wanita (TKW) warga Kampung Cigadog, RT 05 RW 07, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi disiksa oleh majikannya di Riyadh, Arab Saudi.

Informasi yang dihimpun, Runiah berangkat ke Arab Saudi pada usia 28 tahun atau pada 2009 lalu melalui jasa perusahaan penyalur tenaga kerja ke luar. Bahkan, setelah diterbangkan ke Riyadh keluarga tidak bisa menghubungi anaknya tersebut.

Selama itu pula keluarga Runiah kehilangan kontak, parahnya lagi perusahaan yang memberangkatnya pahlawan devisa ini tidak memberikan informasi terkait keberadaan Runiah dan seakan angkat tangan.

Usaha keluarga untuk menghubungi Runiah pun membuahkan hasil, pada 22 Februari 2019 rekan kerjanya sesama TKW dari Tasikmalaya berhasil menghubungkan ibu Runiah di Sukabumi yakni Hamyi (74) dan bisa bertatap muka melalui panggilan video.

Hamyi pun terkejut melihat anaknya yang penuh luka lebam, tak ayal lansia itu pun langsung meneteskan air mata dan berharap anaknya bisa segera pulang ke tanah air dan kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Dalam video itu Runiah menceritakan dirinya sering disiksa majikannya hingga menyisakan lebam di bagian wajahnya. Disana, selain bekerja mengurus rumah tangga juga disuruh untuk menggembala domba,” katanya.

Lanjut dia, anaknya kerap dipukuli majikannya hanya karena masalah sepele. Tak hanya itu, bahkan dirinya dilarang berhubungan dengan keluarganya di Indonesia dan berkomunikasi dengan orang lain.

Melihat kejadian yang menimpa anaknya, ia langsung melaporkannya ke kepala desa dan camat setempat untuk membantu memulangkan Runiah ke Cisolok.

“Selama bekerja anak saya juga tidak pernah mendapatkan gaji atau honor yang dijanjikan majikannya yang ada hanya mendapatkan pukulan dan siksaan dari majikan,” paparnya.

Sementara, Kepala Desa Caringin Subyati Sopyana mengatakan pihaknya telah membuat surat laporan beserta data-datanya dan sudah berkoordinasi dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Sukabumi termasuk SBMI pusat dan SBMI yang ada di Riyadh.

Kini, Runiah sudah berhasil diamankan dan berada di KBRI Riyadh. Informasinya buruh migran ini akan segera dipulangkan ke Indonesia setelah urusan pembayaran upahnya selama ini diselesaikan.

“Perhitungan upah Runiah selama bekerja 115 bulan yakni 92 ribu Real atau satu bulannya 800 Real Arab Saudi. Informasinya kondisi Runiah sudah mulai membaik setelah dilakukan trauma healing dan sudah bisa berkomunikasi dengan keluarganya melalui video call,” tandasnya.

Reporter: M. Rizal Jalaludin
Redaktur: Ari Wahyuni