Sempat Kabur, Kasus WNA Asal Mesir Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Kota Sukabumi – Kantor Imigrasi Kota Sukabumi mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Mesir, karena overstay atau tinggal di Indonesia melebihi izin tinggal yang diberikan dan pasal 134 huruf b UU No 6 Tahun 2011, tentang keimigrasian.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Heru Tjondro menjelaskan, MHW (43) asal Mesir ditangkap petugas Imigrasi melarikan diri di ruangan detensi kantor imigrasi saat menunggu proses deportasi, pada Rabu (01/01) sekitar pukul 06.00 WIB. Dengan cara menerobos atap ruangan Detensi Kantor Imigrasi.

“Dia melarikan diri dengan cara menyusun kursi untuk menjebol plapon dan genteng diruangan detensi. Di hari yang sama petugas imigrasi berhasil menangkap pelaku di salahsatu rumah di Jalan Sriwijaya, Kota Sukabumi,” ungkap Heru.

Akibat perbuatannya, MHW terancam humuman 5 tahun penjara katena terbuti melanggar Undang – undang Nomor 6 tahun 2011 pasal 134 tentang keimigrasian.

“Tersangka dan baramg bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, pada Rabu (19/2),” jelasnya.

Heru memaparkan, kedatangan MHW ke Indonesia bukan kali pertama. Dia sempat datang beberapa kali dan sempat di deportasi pada bulan Maret tahun 2018, telah terjadi pelanggaran keimigrasian.

Setelah masa sanksi penangkalannya berakhir pada tanggal 9 Agustus 2019, MHW kembali datang ke Indonesia. Karena melakukan pelanggaran yang sama pada tanggal 28 Oktober 2019, yang bersangkutan kembali diamankan karena melakukan pelanggaran yang sama. Kemudian MHW ditempatkan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi sambil menunggu proses pendeportasian.

“Terhitung sejak tanggal 7 Januari 2020, penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, telah menetapkan pria berkewarganegaraan Mesir tersebut, sebagai tersangka tindak pidana keimigrasian dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi. Harapannya ini dapat jadi efek jera untuk WNA lainnya,” pungkasnya. ***