Tiga Petinggi Polri Dipraperadilankan Dalam Kasus Curanmor Suherman Mihardja

Pengacara Bonyamin Saiman saat mendaftarkan gugatan praperadilan di PN Cianjur. (Masaginews.com)

Kabupaten Cianjur – Tiga pejabat Polri dipraperadilankan dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang melibatkan bos batik Alliera, Suherman Mihardja alias Aan sebagai tersangka.

Gugatan praperadilan tersebut ditempuh korban curanmor Hartanto Jusman melalui kuasa hukumnya, Bonyamin Saiman pada Rabu siang (20/3). “Berkas gugatannya sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri Cianjur,” jelas Bonyamin kepada media.

Disebutkannya, ketiga petinggi polri yang dipraperadilankan itu berasal dari jenjang jabatan berbeda. Antara lain Jenderal Tito Karnavian, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Kapolres Cianjur AKBP Soliyah.

Dalam berkas praperadilan tersebut terdapat 18 poin yang menjadi dalih gugatannya. Salah satunya soal keabsahan penghentian penyidikan kasus curanmor dengan tersangka Aan.

Bonyamin mengatakan gugatan praperadilan itu sebenarnya telah dipersiapkannya sejak lama setelah proses penanganan kasus curanmor tidak kunjung tuntas. Hal itu akibat penyidik kepolisian tidak bisa menyerahkan tersangka Aan dalam tahap pelimpahan berkas ke jaksa penuntut umum.

Namun upaya tersebut urung ditempuh setelah Polda Jabar menetapkan tersangka Aan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Melalui media Kapolda Jabar sudah menyatakan tersangka sebagai DPO. Tapi penetapan status itu tidak ditindaklanjuti oleh Polres Cianjur,” ungkap Bonyamin.

Karena alasan itulah, Bonyamin yang juga dikenal sebagai Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) memutuskan untuk menempuh gugatan praperadilan.

Dia meyakini langkah hukum tersebut adalah solusi tepat dalam upaya penegakan supremasi hukum, terutama dalam kasus curanmor ini aparat kepolisian terkesan tidak serius dalam menindak tegas tersangka Suherman Mihardja yang dikenal dekat dengan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Kapolres Cianjur AKBP Soliyah terkait gugatan praperadilan dalam kasus curanmor. Upaya konfirmasi media melalui pesan singkat belum mendapatkan jawaban. (Ton)