Dikawal Relawan PMI Sukabumi, Petualangan Kukang Jawa Berakhir di PPSC

Seekor Kukang (Dalam kardus) saat menjalani pemeriksaan oleh tim kesehatan PPSC. (Dok PMI)

Kabupaten Sukabumi – Hari Satwa Liar Internasional yang diperingati pada tanggal 3 Maret setiap tahunnya, diwarnai aksi penyelamatan seekor Kukang Jawa oleh para relawan PMI cabang Kabupaten Sukabumi.

Sehari sebelumnya, primata paling langka di Indonesia tersebut diperoleh relawan PMI dari seorang warga yang telah menemukannya di area persawahan di Desa Mangkalaya, Kecamatan Cisaat.

Pada Minggu pagi, bertepatan dengan peringatan Hari Satwa Liar Internasional, spesies Kukang itu diserahkan relawan PMI ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) yang berlokasi di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

“Kami sudah menyerahkan seekor Kukang Jawa ke PPSC. Kondisinya masih hidup seperti saat kami menerimanya dari warga yang menemukan,” ungkap Ketua PMI Kabupaten Sukabumi Hondo Suwito.

Dia mengatakan di lokasi PPSC ini, satwa yang memiliki nama latin Nycticebus javanicus tersebut akan direhabilitasi sebelum dilepas-liarkan ke habitatnya.

Sejauh ini, para relawan PMI telah melakukan penyelamatan terhadap lima ekor satwa langka dari berbagai spesies. Satu diantaranya adalah Lutung Jawa yang diselamatkan dari upaya perdagangan ilegal pada awal tahun lalu.

Humas PMI Kabupaten Sukabumi A Fikri menerangkan di dunia ini terdapat 14 jenis Kukang, tiga pesies diantaranya hidup di alam Indonesia yakni Kukang Jawa, Kukang Besar dan Kukang Borneo.

Dari ketiganya, Kukang Jawa merupakan spesies yang terancam punah. “Karena itulah upaya penyelamatan Kukang Jawa pada momen hari satwa liar internasional saat ini dirasakan bagi kami sangat berarti sekali,” ungkap Fikri.

Sementara itu data PPSC menunjukan, jumlah keseluruhan parimata yang saat ini berada di kawasan PPSC mencapai 22 ekor. Terdiri dari 17 ekor jenis Kukang Borneo dan lima ekor lainnya Kukang Jawa. (Ton)