Warga Kalibunder Curhat di Medsos Soal Jembatan Gantung yang Nyaris Ambrol

Kabupaten Sukabumi – Karena terlampau lama tuntutannya tidak pernah digubris oleh pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Akhirnya warga Desa Cimahpar, Kecamatan Kalibunder mengungkapkan curhatannya melalui media sosial facebook tentang kondisi jembatan penyeberangan di wilayahnya yang tidak lagi layak untuk dilintasi.

Berdasarkan poto yang diunggah oleh pengguna Akun bernama Roedy itu menunjukan sarana penyeberangan yang dimaksudkan adalah jembatan gantung yang membentang diantara aliran Sungai Ciseureuh atau berada di dalam kawasan wisata Curug Banteng. Selama ini infrastruktur tersebut menjadi satu satunya akses menuju wilayah Kecamatan Jampang Kulon.

Saat ini kondisi jembatan gantung yang terbuat dari rangka besi dan material bambu sebagai lantai dasarnya tersebut sudah mengalami kerusakan berat. Kondisi ini menimbulkan kerawanan bagi setiap warga yang melintasinya, terutama menggunakan sepeda motor.

“Satu satunya akses jalan dari Ds Cimahpar Kc Kalibunder menuju Kec Jampang Kulon melalui jembatan gantung dengn kondisi rawayan rusak banget yaitu Sungai Ciseureuh (Wisata Curug Banteng) dngn status jln kabupaten. Mana realisasi pemerintah, katanya kepemerintahan era sekarang di utamakan infrastruktur, kenyataannya seperti ini. Apalagi d musim penghujan seperti sekarang. Ini juga di perbaiki dgn alat seadanya melalui swadaya masyarakat. Tolong realisasikan,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Roedy yang merupakan warga setempat ini mengaku kesal dan putus asa dengan kondisi jembatan di wilayahnya. Alasannya sejak tahun 2014, pemerintah daerah belum juga melakukan pembangunan, meskipun sudah beberapa kali diajukan namun belum juga terealisasi.

Disebutkannya, jembatan gantung ini dibangun tahun 1995 melalui program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kecamatan Jampangkulon. Sejak saat itu sudah berulangkali bangunan tersebut mengalami kerusakan, namun selalu diperbaiki secara swadaya oleh warga sekitar.

“Pada bagian bawah jembatan itu sudah banyak ditemukan kawat pengikat yang kondisinya sudah terputus sehingga bangunan pada lantainya menjadi miring. Jika dilalui pada musim hujan, sudah pasti sangat berbahay bagi yang melintasinya,” terang pria dengan nama lengkap Rudi Ruskendar ini.

Bukan hanya jembatan saja, permasalahan yang tengah dikeluhkan warga Kabupaten Sukabumi saat ini adalah infrastruktur jalan. Sebelumnya Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono mengakui tingkat kerusakan pada infrastruktur yang tersebar di wilayahnya masih relatif tinggi.

Keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi kendala utama dalam mengentaskan masalah jalan rusak. “Perlu diakui, masih banyak infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi yang kondisinya rusak. Terutama lintasan yang ada di wilayah selatan. Seperti diantaranya Kecamatan Nyalindung dan Kecamatan Simpenan,” ungkap Adjo. (Ary Wahyuni)