Selasa, Agustus 21, 2018
Home > Peristiwa > Hukum & Kriminal > Keluarga Korban Pembunuhan di Sukabumi Kecewa Tuntutan Jaksa Dinilai Ringan

Keluarga Korban Pembunuhan di Sukabumi Kecewa Tuntutan Jaksa Dinilai Ringan

Masaginews.com – Sidang pembacaan tuntutan terhadap enam pelaku pembunuhan Raden Galih Nurhikmah yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi, Selasa (17/4), diwarnai kekecewaan dari pihak keluarga korban.

Selain tuntutan hukum yang ditujukan kepada para terdakwa dinilai ringan, keluarga korban juga mempertanyakan soal keberadaan barang bukti berupa senjata tajam yang tidak pernah dihadirkan sepanjang persidangan.

Perlu diketahui, Raden Galih Nurhikmah merupakan salah satu korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan tergeletak di tepi Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi pada Juli 2017 silam. Diduga pemuda berusia 23 tahun tersebut tewas akibat dikeroyok oleh enam terdakwa. Saat ditemukan jasad warga Tipar, Kecamatan Citamiang ini dipenuhi luka bacokan serta tusukan senjata tajam.

“Tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) terlalu ringan. Kami juga kecewa setelah mengetahui pasal pembunuhan berencana tidak disertakan dalam dakwaan para terdakwa,” ungkap Raden Ahmad Nurzaman, kakak kandung korban kepada wartawan usai menyaksikan jalannya persidangan.

Dijelaskannya, seharusnya jaksa penuntut umum menggunakan pasal pembunuhan berencana dalam kasus ini. Sebab sesuai kronologis, terdapat indikasi para terdakwa terlebih dahulu melakukan ancaman, bahkan mereka pun sudah mempersiapkan senjata tajam sebelum peristiwa pembunuhan terjadi. “Anehnya, sepanjang persidangan kami tidak melihat adanya barang bukti berupa senjata tajam yang sebelumnya digunakan enam terdakwa untuk membunuh adik kami,” ungkapnya.

Sementara itu dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Benhard M.L Toruan ini, enam terdakwa yang mendapatkan tuntutan JPU itu yakni satu orang terdakwa berinisial FH mendapatkan tuntutan hukuman penjara selama 12 tahun. Tiga terdakwa masing-masing FB (21); D (25) dan terdakwa BM (32) dituntut 10 tahun penjara dan dua terdakwa lainnya antara lain RM (27) dan R (28) mendapat tuntutan hukuman penjara selama tujuh tahun enam bulan.

Menurut JPU Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Jaja Subagja tuntutan yang diajukan oleh pihaknya lebih didasari pada fakta persidangan yang menempatkan para terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana.  “Untuk pembunuhan berencanannya tidak terbukti, tetapi untuk pengeroyokan yang mengakibatkan kematian telah terbukti,” jelas Jaja kepada wartawan. (*)

REKOMENDASI:

Perbaikan Empat Ruas Jalan Provinsi di Sukabumi Sedot Anggaran Rp16 Mi... Masaginews.com - Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat menggelontorkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas lalan yang berstatus milik Provinsi Jabar yang ada di Sukabumi. Proses rehabilitasi atau ...
Hendak Tangkap Ikan, Nelayan Asal Simpenan Pulang Tanpa Nyawa Masaginews.com - Nahas dialami Usup (78) nelayan asal Kampung Selakopi RT 02/06 Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi harus pulang tanpa nyawa saat melaut di perairan Ciwaru, Selasa (12/6). Kabag Humas Po...
Cikembar Diserang Tikus, Warga Petani Terancam Merugi Masaginews.com - Menjelang musim panen padi, sejumlah petani di Kampung Cinangreup, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar dihantui gagal panen akibat serangan hama tikus dan burung. Beberapa areal sawah petani mengala...
Rupert Murdoch and Jerry Hall Get Married in London LONDON, ENGLAND - MARCH 04: Rupert Murdoch and Jerry Hall seen leaving Spencer House after getting married on March 4, 2016 in London, England. (Photo by Neil Mockford/GC Images) Cras risus ipsum, faucibus ut, ullamcor...
Santri Hilang Ditelan Gelombang Laut Selatan Reportase : Deri Deriana Masaginews.com - Rizki Dwi Hidayah (16), seorang santri pondok pesantren terkenal di Bogor dilaporkan hilang terseret arus gelombang saat berenang di pantai Cibangban, Kecamatan Cisolok, Kabup...