Bakso Klenger Palabuhanratu Sukabumi Rasanya Nendang di Lidah

Kabupaten Sukabumi – Mendengar kata bakso pasti hampir seluruh masyarakat menyukai panganan merakyat tersebut serta mudah ditemui di berbagai daerah mulai dari perkotaan hingga pelosok Kabupaten Sukabumi.

Apalagi saat musim pancaroba seperti saat ini yang terkadang hujan tapi tiba-tiba panas membuat perut keroncongan dan memang paling nikmat menyantap sajian kuliner berkuah hangat, misalnya bakso yang umum menjadi pilihan kuliner.

Namun, di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ada kedai bakso yang menyajikan citarasa penuh sensansi, gurih dan nikmat berbeda dengan bakso pada umumnya yang berbahan dasar ikan maupun daging.

Tapi, di Imah Bakso Klenger yang berada di Jalan Cangehgar, Kampung Rancabungur Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ini penghobi bakso bisa memilih menunya yang ingin disajikan seperti bakso tulang sumsum, bakso tulang iga, bakso mercon, bakso beranak dan masih banyak lagi dengan paduan bumbu rahasia.

Pemilik Imah Bakso Klenger Zainal Arifin (38) mengatakan campuran bakso yang selama ini hanya dengan mie kuning, bihun, toge dan sayuran saja, tetapi ia ingin memberikan rasa berbeda bagi pelanggan atau konsumennya yang datang ke kedainya tersebut.

“Inovasi yang saya lakukan ini ternyata disambut baik oleh para pecinta kuliner. Pembelinya pun tidak hanya datang dari sekitar Palabuhanratu saja tetapi ada juga dari luar daerah,” katanya.

Bahkan, bakso klenger ini hanya bisa ditemui di Palabuhanratu dan juga Yogyakarta saja. Namun rencananya pemilik kedai bakso ini akan terus melebarkan sayap usahanya untuk membuka cabang di daerah lainnya.

Pelanggan bakso klenger Irmawati (27) mengatakan bakso ini berbeda dari yang lain.
Ia pun mengaku ketagihan makan bakso ini seperti rasa baksonya nempel di lidah. “Pokoknya mantap banget dan yang belum mencoba harus mencobanya,” ujarnya.

Satu porsi harga bakso kelenger tidak akan menguras isi dompet, hanya dengan merogoh kocek mulai dari Rp13 ribu sampai Rp28 ribu pelanggan sudah bisa menikmati bakso sampai klenger. (M Rizal Jalaludin).