Kopi Kampung Khas Cisolok, Sensasi Baru Bagi Pecinta Kopi

Kabupaten Sukabumi – Dewasa ini perkembangan bisnis kopi dinilai semakin menjanjikan. Biji kopi yang dibuat menjadi minuman dengan citarasa yang khas ini juga menjadi peluang baru yang ditekuni oleh Dede Kurniadi (42), warga Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi sejak setahun lalu.

Ia mencoba berinovasi dengan mengembangkan racikan kopi yang dinamai Kopi Kampung. Memproduksi dua jenis kopi yakni Arabika (Coffea Arabika) dan Robusta (Coffea Canephora), pihaknya mengaku terlibat serangkaian proses pembuatan kopi mulai dari panen hingga tersedia seduhan Kopi Kampung secara langsung.

Meskipun prosesnya memakan waktu cukup lama, yakni sekitar delapan hari mulai dari pemetikan biji kopi hingga meracik biji kopi untuk diseduh. Namun semuanya akan terbayarkan jika menikmati sajian Kopi Kampung dengan sensasi yang khas.

“Biasanya setelah panen, biji kopinya harus direndam selama dua hari dua malam. Setelah itu dijemur sekitar empat hingga lima hari untuk memastikan biji kopinya benar-benar kering,” jelasnya saat ditemui Masaginews.com, Sabtu (17/08).

Setelah itu biji kopi yang telah kering lalu disangrai hingga mencapai tingkat kematangan yang pas. Barulah selanjutnya biji kopi tersebut dihaluskan dengan menggunakan grinder manual.

Sementara dalam proses penyeduhannya, untuk mendapatkan hasil yang sempurna pihaknya sengaja memisahkan ampas kopi melalui dua kali penyaringan. Hal ini dilakukan agar kopi bisa dinikmati lebih nikmat dan memunculkan citarasa aslinya.

Untuk sekali produksi, ia biasanya menghabiskan sekitar satu kwintal biji kopi untuk menghasilkan 2,5 kg bubuk kopi. Sementara jika satu kilogram biji kopi hanya akan menghasilkan 1/4 kg bubuk kopi saja. Kopi Kampung khas Cisolok ini ia jual dengan harga cukup terjangkau yakni Rp20 ribu per ons-nya.

Selama ini pihaknya memasarkan kopi kampung khas Cisolok ini melalui beberapa media sosial. Namun, karena bisnisnya masih terhitung sangat baru pihaknya belum menentukan target penjualan. “Pembelinya selain masyarakat sekitar sini ada beberapa juga pembeli dari Kalimantan dan Sulawesi,” pungkasnya. (M. Rizal Jalaludin)