Museum Prabu Siliwangi Dikagumi Turis Asing

Kota Sukabumi – Popularitas museum Prabu Siliwangi Al-Fath, Kota Sukabumi semakin terkenal, tidak hanya di Indonesia kini museum yang menyimpan ratusan benda yang menjadi bukti peradaban masyarakat Sunda pada jaman prasejarah itu dikenal sampai ke Mancanegara.

Petter turis asal Kanada dibuat terkesima saat diajak berkeliling melihat berbagai jenis koleksi yang terdapat dimuseum Prabu Siliwangi. Dia ditemani oleh pria tua pendiri museum tersebut yakni KH Fajar Laksana.

Dia terlihat memperhatikan betul apa yang disampaikan oleh Fajar terkait sejarah penemuan benda-benda yang digunakan masyarakat Sunda pada jaman prasejarah. Sesekali ia mencoba untuk untuk menyentuhnya dan mengambil beberapa foto dari benda-benda kuno itu.

Ditemui seusai berkeliling, Peter mengatakan, banyak benda-benda kuno menarik yang terdapat dimuseum Prabu Siliwangi. Beberapa tampak asing bagi pria berusia 57 tahun ini, namun hal itu membuatnya semakin penasaran dan membuatnya ingin berlama-lama melihat-lihat benda tersebut.

“Sebelumnya saya tidak pernah melihat benda bersejarah sebanyak ini. Semuanya sangat luar biasa tapi yang paling menarik bagi saya yaitu pedang China,” kata Petter.

Petter menjelaskan, yang membuatnya tertarik dari pedang tersebut, yakni dari bentuknya yang kuno berbeda dengan pedang yang ada pada saat ini. Selain itu yang lebih menarik yaitu kisah sejarah dari pedang itu sendiri. Ia menyukai kisah yang menceritakan bagaimana pedang itu bisa berada di Indonesia.

“Saking menariknya pedang itu membuat saya tidak bisa menahan diri untuk memegangnya,”jelasnya.

Menurutnya, semua hal yang ada di museum prabu Siliwangi merupakan pengetahuan baru baginya. Kini ia bisa mengetahui apa itu kujang, keris dan icon-icon lainya yang terdapat ditataran tanah Sunda. Ia akan membawa pengetahuan barunya itu untuk diinformasikan kepada di negara asalnya.

“Selain museum saya juga bisa bersosialisasi dengan santri -santri Alfath karena museum ini terintegrasi dengan pendidikan sehingga kunjungan budaya ini tidak sia-sia. Pengetahuan baru yang saya dapatkan dalam kunjungan selama dua Minggu ini akan saya informasikan di Kanada,”pungkasnya.

Pendiri museum prabu Siliwangi, KH Fajar Laksana mengungkapkan, Petter adalah salah satu turis dari puluhan negara yang pernah berkunjung ke Museum Prabu Siliwangi. Mereka masuk ke Indonesia melalui jaringan Al-Fath Homestay yang dipromosikan melalui website di seluruh dunia.

“Mudah-mudahan dengan datangnya turis asing ini menjadikan Kita Sukabumi semakin terkenal dan menjadi tujuan wisata dari masyarakat dunia sehingga bisa memberikan bagi masyarakat ataupun pemerintah melalui produk wisata,”ungkapnya.

Fajar menuturkan, saat ini koleksi dari museum semakin bertambah, bahkan dalam beberapa bulan terakhir terdapat penemuan baru dari benda-benda yang merupakan bukti dari peradaban masyarakat Sunda kuno, sehingga kondisi ruangan museum tidak memungkinkan untuk bisa menyimpannya. Ia berniat untuk membangun museum menjadi lebih luas lagi.

“Sebetulnya museum ini sudah tidak layak lagi karena semakin hari semakin banyak pengunjung dari mancanegara. Tempatnya sudah sempit insyaAllah kita akan membangunnya. Alhamdulillah hal itu mendapatkan respon dari Gubernur Jawa barat, Ridwan Kamil ketika berkunjung kesini belum lam ini. Beliau berjanji akan membangun museum ini , InsyaAllah semoga janji Gubernur segera terealisasi,” pungkasnya. ***