Nayor, Kian Tersingkir Diantara Taksi Online dan Angkutan Kota

Masaginews.com – Kondisi berbeda kini tampak di depan mata. Moda transportasi tradisional dalam bentuk Nayor (Sebutan untuk Delman) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi kian terpinggirkan oleh ragam kendaraan yang memadati jalan perkotaan. Apalagi saat ini tengah berkembang pesat moda transportasi umum berbasis internet.

Di perkotaan Cibadak, para kusir Nayor tampak lesu menanti penumpang yang tak kunjung datang. Beberapa di antaranya mangkal di perkotaan Labora dekat Pos Polisi Lantas, sementara sebagian lainnya memarkirkan nayor di sisi jalan Leuwigoong.

“Ramainya kalau akhir pekan saja, Jang (Panggilan akrab untuk anak laki – laki dalam bahasa Sunda Red),” kata kusir Rahmat (60) asal warga Kampung Kebonbolo, RT 3/10 Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Sabtu (28/4).

Bagi kakek yang memiliki 6 anak dua cucu itu, Nayor selamanya istimewa. Meski tak satupun anak Rahmat menjadi kusir delman, pria paruh baya itu tetap setia melanggengkan keahlian nya.

Sebelum menjadi kusir, Rahmat sempat mencicipi banyak pekerjaan lain. Berdagang, menjadi kuli bangunan, telah dilakoninya. Akan tetapi, hingga usia senja, yang ia inginkan hanyalah menarik Nayor.

Bersama kudanya, Si “Jalu” setiap pagi ia akan menempuh jarak 30 menit perjalanan dari kediamannya di Kebonbelo ke pusat kota. “Sebenarnya penghasilan tidak seberapa, tapi ini hobi karena saya senang sama kuda,” ujar pria asli Cibadak itu.

Pendapatan Rahmat tak menentu berkisar 50 Ribu hingga 150 ribu , Pria yang telah menjadi kusir delman sejak 45 tahun lalu itu bahkan pernah pulang tanpa membawa sepeser pun uang karena tak ada penumpang sama sekali.  Halaman selanjutnya

1
2
3