Jauh dari kata Kuno, Caping di Desa Wisata Hanjeli Eksis Abis

Kabupaten Sukabumi– Desa Wisata Hanjeli di Kabupaten Sukabumi terus berinovasi. Kali ini, kelompok masyarakat di Desa Wisata Hanjeli membuat Cetok (Caping) dengan berbagai desain dari Nusantara.

Founder Desa Wisata Hanjeli Asep Hidayat mengatakan, ide awal menambahkan ornamen lukisan di caping yang telah dibuat dilakukan dengan sengaja, karena dirinya memiliki basic melukis.

Selain itu, melukis caping juga bertujuan menambah kegiatan untuk Desa wisata caping untuk menarik perhatian para wisatawan. Sehingga, nampak beranekaragam saat para wisatawan memakai caping ketika berkeliling area wisata Hanjeli.

“Jadi caping ini bisa digunakan para wisatawan saat berkunjung, selain menggunakan wisatawan yang berlibur ke Desa Wisata Hanjeli juga bisa melakukan aktifitas melukis caping,” ujarnya kepada Masaginews.com, Selasa (10/9).

Menurutnya, caping yang telah dilukis masyarakat di Kampung Cekdam, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran tersebut dapat digunakan secara gratis oleh wisatawan dengan beragam hiasan lukisan. Berbagai motif daerah di Indonesia telah dibuatnya. Mulai dari motif batik megamendung dari Cirebon dan lainnya.

“Saat ini kalau hanya sekedar memakai untuk berkeliling di Desa Wisata itu gratis,” ucapnya.

Namun, apabila wisatawan ingin membawa pulang caping yang telah dilukis, lanjut Asep, wisatawan cukup membeli caping dengan harga Rp50 ribu untuk satu caping.

“Kalo beli sama caping plus lukis kisaran Rp50 ribu. Harga caping Rp25 ribu dan Rp25 ribu melukisnya,” jelasnya.

Rencananya, Asep akan membuat 100 caping dengan berbagai motif hias yang telah dirancang sebelumnya. Saat ini, dirinya bersama warga baru menyelesaikan 10 caping yang telah dilukis. Sehingga, keberadaan caping tidak hanya sebagai alat penutup kepala dari sinar matahari. Namun bisa lebih menarik dilihat.

“Dengan ornamen lukisan, caping jadi lebih terlihat menarik,” pungkasnya. (M Rizal Jalaludin)