Selasa, Agustus 21, 2018
Home > Otonomi > Lagi, Pengerjaan Proyek Pasar Pelita Terancam Molor

Lagi, Pengerjaan Proyek Pasar Pelita Terancam Molor

Masaginews.com – Proses pengerjaan proyek Pasar Pelita Kota Sukabumi terancam molor. Kondisi ini terjadi akibat sulitnya pihak perusahaan pengembang dalam mendatangkan alat berat yang akan digunakan dalam pengerjaan proyek senilai Rp360 Milyar tersebut.

Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi mengakui jika pelaksanaan pembangunan eks Pasar Pelita menjadi pusat perbelanjaan modern, berjalan lamban. Sejak mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2017 lalu, hingga kini hasil pengerjaan baru mencapai 12 persen.

“Masalah lambannya pekerjaan proyek itu sudah dibahas dengan Komisi II, termasuk mempertanyakannya kepada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag). Tidak ahanya itu saja, bahkan kami sempat turun langsung ke lokasi eks Pasar Pelita,” terang Yunus.

Dari seluruh rangkaian penelusuran DPRD atas permasalahan tersebut, akhirnya diketahui bahwa lambannya proses pembangunan tersebut lebih disebabkan faktor sulitnya pihak pengembang dalam mendatangkan alat berat ke lokasi proyek.

Pasalnya, akses jalan menuju kawasan eks Pasar Pelita itu telah tertutup oleh bangunan kios baru. “Jika alat berat itu dipaksanakan masuk ke lokasi, pihak pengembang khawatir akan menimbulkan korban kerusakan. Sebab di akes jalan sudah banyak berdiri bangunan kios,” kata Yunus.

Dikatakan politisi Partai Golkar ini, solusi untuk mempercepat pembangunan eks Pasar Pelita tersebut adalah melakukan relokasi para pedagang. Hanya saja, dari informasi yang diperoleh Yunus, rencana pemerintah daerah untuk memindahkan para pedagang ini menuai penolakan.

“Dari laporan yang kami peroleh dari dinas koperindag, bahwa para pedagang menolak untuk direlokasi untuk saat ini. Mereka meminta relokasi dilakukan setelah lebaran nanti. Jika masalahnya seperti ini, maka bisa dipastikan kalau pengerjaannya akan kembali berjalan lambat,” tegas Yunus.

Sejauh ini Pemda Kota Sukabumi tengah menentukan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat relokasi para pedagang. Pertimbangannya, kata Yunus, lokasi baru tersebut bukanlah tempat yang sepi dari pengunjung sehingga tidak menjadi permasalahan baru. (Ari Wahyuni)

REKOMENDASI:

AKBP Nasriadi, “Kalau Perlu Saya Gantung di Pohon Toge” Reportase : Deri Deriana Masaginews.com - Polres Sukabumi berjanji akan menguatkan, menjaga dan melindungi serta mengamankan kepala desa beserta stafnya dari gangguan oknum-oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupu...
Debat Publik, Menjadi Ajang Adu Kualitas Cawalkot Sukabumi Masaginews.com- Menjelang debat publik calon Walikota dan Wakil Walikota 2018 yang diselenggarakan Sabtu 12 Mei 2018 sekitar pukul 19.00 WIB di Gedung  Juang Kota Sukabumi, sejumlah persiapan terus dilakukan Komisi Pemil...
Awali Akhir Pekan Hanafie Bebersih Lingkungan Bareng Warga Masaginews.com - Akhir pekan menjadi waktu bagi Calon Wakil Wali Kota nomor urut 1 Hanafie Zain untuk bebersih lingkungan bersama warga sekitar kediamannya di Perumahan Nanggeleng, Keluarahan Nanggeleng, Kecamatan Citami...
Bupati Uring-Uringan, Dana APBD Dipake Buat Minum Miras Masaginews.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami uring-uringan terhadap tindakan pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah memanfaatkan anggaran publik untuk membantu biaya pengobatan para korban minuman keras atau miras...
PU – Perusahaan Patungan Perbaiki Jalan Sunggapan Masaginews.com - Aksi protes warga Sunggapan, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, terkait kondisi jalan rusak dengan menanami pohon pisang dan berbagai barang lainnya yang sengaja warga lakukan sebagai bentuk protes terhada...