Selasa, Agustus 21, 2018
Home > Inspirasi > Mengenal Sosok Ida Farida yang Mengajarkan Sabda Alam Kepada Muridnya

Mengenal Sosok Ida Farida yang Mengajarkan Sabda Alam Kepada Muridnya

Masaginews.com – Hari Pendidikan Nasional selalu menjadi momen penting untuk menorehkan prestasi atau perkembangan didunia pendidikan, demikian juga bagi guru dan murid-murid di SDN Cikurutug, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi.

Seperti yang dilakukan Ida Farida salah seorang guru honorer di SDN Cikurutug yang sudah mengabdi 10 tahun untuk menebarkan ilmu kepada anak didiknya.

Tidak hanya ilmu sekolah saja, tetapi guru ini pun mengajarkan “sabda alam” yang  mengajarkan tentang keseimbangan kehidupan.

Di momen Hardikanas itu Ida pun memanfaatkannya dengan mengajak anak didiknya “back to nature “. Bagaimana kegiatan guru tersebut?.

Pagi-pagi sekali Ida Farida (46) salah seorang guru sekolah yang berada dilereng Gunung Salak tersebut sudah mengumpulkan murid-muridnya.

Setelah di absen satu per satu, Ida memberikan penjelasan agar muridnya selalu mematuhi ketentuan untuk kelancaran dan keselamatan rombongannya.

Sesuai rencana guru honorer tersebut dan murid kelas empat hingga enam itu akan menanam bibit puspa (Schima wallichi) di blok Cipeuncit termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimum Salak (TNGHS).

Tanpa lelah Ida dan anak didiknya berjalan kaki sekitar 4 km dengan kontur menanjak menuju tempat tujuan.

Benar saja, di blok Cipeuncit ini terlihat beberapa bagian tampak kosong hanya ditumbuhi semak belukar, sementara di di lereng yang lain terlihat pohon puspa tumbuh tinggi menjulang.

“Di hari Pendidikan Nasional ini sengaja saya ajak murid-murid ke sini untuk mengenalkan kondisi alam dan jenis-jenis tanaman yang ada di kawasan konservasi TNGHS ini,” kata Ida mengawali kisahnya kepada masaginews.com.

Menurut Ida, mengenalkan tumbuhan dan menularkan kecintaan terhadap lingkungan kepada anak didiknya sejak dini menjadi suatu kebanggaannya, dia berharap muridnya akan terus menjaga dan turut melestarikan lingkungan hidup.

“Pendidikan sejak dini jauh lebih bernilai, bahkan ada pepatah bahwa belajar diwaktu kecil ibarat memahat diatas batu namun belajar sesudah dewasa seperti mengukir di atas air,” ucap guru honorer itu sambil menyeka peluh didahinya.

Setelah kegiatan menanam ini, beberapa bulan berikutnya dia mengajak muridnya kembali mendatangi lokasi tersebut untuk melihat pertumbuhan tanamannya.

“Biasanya tiga bulan pascatanam anak-anak di ajak lagi ke sini, melihat dan menghitung pohon yang mati, jika ada pohon yang mati segera kita ganti,” jelas guru yang 10 tahun jadi tenaga honorer ini.

Dia mengaku sudah beberapa tahun lalu menerapkan konsep pendidikan ini selama dia mengabdi di sekolah kebanggaannya.

Dia menilai sangat erat kaitan dengan mata pelajaran IPA (ilmu pengetahuan alam) dan PLH (pendidikan lingkungan hidup).

“Hal yang lebih penting lagi yaitu pembentukan karakter anak yang ditanamkan sejak dini,” terangnya sambil mengatur bibit pohon yang akan ditanam.

Dalam hal pengadaan bibit, kali ini dia memanfaatkan dukungan dari salah satu perusahaan minuman susu permentasi.

Ia bekerjasama dengan Lembaga Alam Lestari Indonesia (LALI) yang mengadakan program penanaman 10 ribu pohon puspa untuk ditanam kawasan hulu sebagai sumber dan cadangan air di wilayah Cicurug dan sekitarnya. (Adam S) 

REKOMENDASI:

Djarcos Badminton Club Cicurug Bagikan Takjil di Pamuruyan Masaginews.com - Bulan puasa menjadi waktu yang cukup sibuk bagi para anggota Djarcos Badminton Club Cicurug, Kabupaten Sukabumi melakukan berbagai kegiatan sosial. Satu di antaranya melakukan pembagian makanan pembuka ...
Jalur Pendakian Gunung Gede Kembali Dibuka, Ini Aturan Barunya Reportase: Budi Setiawan Masaginews.com- Setelah ditutup selama tiga bulan, kawasan konservasi Gunung Gede Pangrango yang berada di wilayah Sukabumi, Cianjur, dan Bogor kembali dibuka untuk umum pada 1 April 2018 mend...
Ratusan Pecinta Burung Berkicau Berlaga di Palabuhanratu Masaginews.com - Ratusan pecinta burung berkicau yang datang dari berbagai daerah di Jakarta dan Jawa Barat, Minggu (29/4), saling mengadu kehebatan hewaan peliharaannya dalam kontes yang digelar di GOR Venue Palabuhanra...
Ratusan Mobil Tua Adu Geulis di Sukabumi Masaginews.com - Ratusan mobil (tua) retro dari berbagai merek dan tahun memenuhi Gedung Widaria Kencana (GWK), Kota Sukabumi, Minggu (5/5). Mobil retro tersebut berkumpul dalam agenda Suka Retro Bumi Classic 2018. Pa...
Replika Perahu Yang Diburu Wisatawan Reportase : Deri Deriana Masaginews.com - Ditangan Maman (35) limbah potongan kayu sisa yang tidak terpakai mampu berubah menjadi replika perahu congkreng yang menarik, bahkan kerajinan hasil karyanya termasuk dalam b...