Selasa, Agustus 21, 2018
Home > Otonomi > Merasa Ditantang, Aktifis Buruh Targetkan Dua Hari Unjukrasa di PT SCG

Merasa Ditantang, Aktifis Buruh Targetkan Dua Hari Unjukrasa di PT SCG

Masaginews.com – Rencana aksi unjukrasa yang akan dilakukan para buruh terhadap PT Siam Cement Group atau SCG yang berlokasi di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, seperti bukan sekedar ancaman belaka.

Selain akan melibatkan ribuan buruh, aksi unjukrasa yang digagas oleh para aktifis dari Federasi Kehutanan, Industri umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Hukatan KSBSI) ini juga dipastikan bakal berlangsung selama dua hari kedepan, terhitung mulai Senin nanti (30/4).

Menurut Ketua DPC F Hukatan KSBSI, Nendar Supriatna, mengaku adanya rencana aksi unjukrasa di perusahaan asal Thailand tersebut dilatari adanya pernyataan dari HRD yang menyebutkan bahwa buruh outsourcing yang jatuh sakit, tidak akan mendapatkan pembayaran upah. Bahkan ijin sakit itu harus diambil dari cuti tahunan.

“Alasannya SCG sudah memberikan cuti setiap tahunnya selama 12 hari. Kebijakan tersebut benar-benar terasa janggal, jika pihak perusahaan tidak mengerti akan regulasi, sebaiknya konsultasikan ke dinas tenaga kerja setempat,” tegas Nandar.

Dikatakannya lebih lanjut, sesuai Pasal 93 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menyebutkan cuti tahunan merupakan hak mutlak setiap pekerja sehingga tidak bisa dicampur adukan dengan ijin sakit.

“Surat pemberitahuan akan rencana aksi unjukrasa terkait masalah itu ini sudah kami sampaikan kepada pihak managemen perusahaan tersebut. Seharusnya ketika persoalan ijin sakit itu akan dipermasalahan, pihak perusahaan segera memperbaiki sistemnya. Tapi nyatanya, mereka malah terkesan menantang,” bebernya.

Terkait hak tenaga kerja, ia maupun para aktifis buruh lainnya tidak pernah setengah hati dalam memperjuangkannya. Karena itu, rencana aksi unjukrasa selama dua hari kedepan akan dibuktikannya.

“Lihat saja Senin nanti, dipastikan kami akan turun ke jalan. Perusahaan ini terkesan seenaknya mnguatk-atik regulasi. Padahal beberapa bulan sebelumnya, petugas pengawas ketenagakerjaan dari Pemprov Jawa Barat sudah mengeluarkan nota pemeriksaan dan teguran, tapi seolah-olah tindakan itu diabaikan begitu saja,” kata Nendar.

Sementra itu salah seorang pekerja PT. Matrix Mitra Sentosa, Herman Maulana alias Mang Apong mengutarakan bukan hanya SCG saja, perusahaan tempatnya bekerja pun memberlakukan kebijakan yang sama, yakni ijin sakit tidak akan dibayarkan oleh perusahaan, bahkan dimasukan sebagai cuti tahunan. “Tentu saja ini sangat mengecewakan,” ucap Herman. (Ruslan Abdul Ghani)

REKOMENDASI:

Setengah Tahun, Pembangunan Pasar Pelita Baru 12,5 Persen Masaginews.com - Sudah berjalan enam bulan proses pembangunan Pasar Pelita, Kota Sukabumi, ternyata progesnya baru mencapai 12,5 persen yang terkendala relokasi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar lok...
Limbah Pencucian Pasir Kuarsa di Cibadak Langsung Dibuang ke Sungai, W... Masaginews.com - Diduga terkena limbah berbahaya, puluhan warga Kampung Bantar Muncang RT 01 RW 04 Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi mengalami gatal-gatal saat melakukan aktivitas sehari-hari di Sung...
Danlanal : Lestarikan Penyu Turut Mendukung Pembinaan Potensi Maritim Kabupeten Sukabumi - Salah satu tugas TNI adalah pemberdayaan wilayah pertahanan dalam rangka melaksanakan tugas pembinaan potensi maritim dan sumber daya yang ada. "Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang berhu...
Bupati Tidak Akan Berikan Izin Mendirikan Perusahaan Peternakan Ayam Masaginews.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami memoratorium izin mendirikan peternakan ayam berskala perusahaan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. "Keberadaan perusahaan peternakan ayam tidak mempengaruhi terhadap...
Inilah Delapan TPS Untuk Empat Paslon Pilkada Gunakan Hak Pilihnya Kota Sukabumi - Pilkada Kota Sukabumi yang akan berlangsung esok hari, (27/6), akan menjadi laga penentu bagi empat pasangan calon walikota dan calon wakil walikota dalam menentukan langkah politiknya menuju tahta tertin...