Jumat, Agustus 17, 2018
Home > Otonomi > Miris, Bocah Disabilitas Asal Cikakak Tinggal di Rumah Kumuh

Miris, Bocah Disabilitas Asal Cikakak Tinggal di Rumah Kumuh

Masaginews.com Yandi, seorang bocah berusia 15 tahun asal Kampung Cihaur RT005/008 Desa Ridogalih, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, harus hidup dalam kondisi tubuh dan perekonomian keluarga yang serba terbatas.

Tubuhnya yang mengalami kelumpuhan (Disabilitas) sejak lahir harus memaksa Yandi merelakan masa remajanya dengan cara berdiam diri di dalam rumah. Lebih miris lagi, rumah yang ia tempati kondisinya sangat tidak layak huni.

Berdasarkan pantauan, rumah yang dihuni Yandi beserta kedua orangtuanya yakni Oop (60) dan Samsiah (35) merupakan sebuah bangunan panggung berukuran kurang lebih 3 x 4 M2 yang seluruhnya terbuat dari material kayu dan bilik. Secara keseluruhan, rumah tersebut tampak kumuh dengan bangunannya yang tidak lagi berdiri tegak di atas tanah.

Pada beberapa sisi dinding rumahnya tampak terlihat miring serta rapuh karena terdapat sejumlah lubang menganga akibat dimakan usia.
Di rumah tersebut, selain Yandi dihuni juga oleh dua orang adiknya bernama Riana (11) dan Rianti (7). Dengan begitu jumlah keseluruhan yang menempati rumah tidak layak huni tersebut sebanyak lima jiwa, bahkan mungkin dalam waktu dekat ini jumlahnya akan bertambah satu orang, mengingat Samsiah saat ini tengah hamil tua.

Sebenarnya Oop memiliki keinginan kuat untuk memiliki rumah yang bagus atau cukup layak dijadikan sebagai tempat berlindung bagi isteri dan anaknya. Tidak hanya itu saja, Oop juga sempat berusaha agar bisa memberikan tongkat penyangga untuk membantu Yandi menjalani aktifitas.

Hanya saja keinginannya itu hanya bisa dipendam dalam hati. Sebab penghasilannya yang terbatas sebagai pemulung barang rongsokan membuat Oop hanya bisa sebatas memenuhi kebutuhan makan keluarganya sehari-hari.

Belum lama ini, keterpurukan yang dialami warga Cikakak tersebut menjadi viral di sosial media setelah pemilik akun Facebook Miga Utami mengunggah foto yang menggambarkan kondisi bangunan rumah yang dihuni Yandi beserta keluarganya. Pada umumnya, komentar yang dilontarkan warganet lebih pada ungkapan keprihatinan atas kondisi bocah disabilitas yang tinggal di dalam bangunan rumah tidak layak dihuni.

Fungsionaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi, Mantra Sugrito (28) merupakan salah satu pihak yang tergerak hatinya mendapati kenyataan pahit yang dialami keluarga Oop. “Semoga keluarga tersebut mendapat uluran tangan dari berbagai pihak, demi terwujudnya pembangunan rumah yang layak huni bagi mereka serta bantuan kesehatan bagi Yandi yang mengalami disabilitas,” ungkapnya. (Alma Agustina)

REKOMENDASI:

Tingkatkan Minat Baca, Dispusipda akan Survei Anak Sekolah dan Keluarg... Kontributor: Iyus Masaginews.com - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi tahun ini akan melakukan survei minat membaca dengan sasaran anak sekolah dan keluarga. Beberapa pihak terkait seper...
Inilah 22 Kecamatan Yang Masuk Wilayah Kabupaten Sukabumi Utara Masaginews.com - Berdasarkan hasil kajian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Padjadjaran, Bandung terhadap rencana usulan pemekaran wilayah Kabuopaten Sukabumi menjadi dua daerah otonom baru ...
Ini Sederet Prestasi yang Dibanggakan Muraz Masaginews.com - Segudang prestasi berupa penghargaan kembali dipaparkan Mohamad Muraz selama memimpin Kota Sukabumi saat menyampaikan pidato HUT Kota Sukabumi ke 104 tahun di Lapang Merdeka, Minggu (01/04). Sebelumny...
Pilkada Pabeunghar-beunghar Akal, Bukan Saling Menjatuhkan Masaginews.com - Momen Pilkada Kota Sukabumi 2018, seharusnya menjadi sebuah ajang untuk semakin mempererat silaturahmi diantara calon kepala daerah, partai politik, simpatisan dan relawan. Jangan sampai hanya karena Pi...
Presidium Tetap Ngotot Pemekaran Sukabumi Bakal Terwujud Masaginews.com – Para pegiat masyarakat yang tergabung dalam Presidium Pembentukan Kabupaten Sukabumi Utara (PPKSU) mengaku optimis wacana pemekaran wilayah segera terrealisasi dalam waktu dekat ini. Pasalnya seluruh ...