Jumat, Agustus 17, 2018
Home > Otonomi > Miris, Upah Guru Honorer Tidak Lebih Dari Rp500 Ribu/Bulan

Miris, Upah Guru Honorer Tidak Lebih Dari Rp500 Ribu/Bulan

Masaginews.com – Miris upah guru honorer di Kota Sukabumi saat ini masih jauh dari kata layak. Pasalnya, honor yang didapat dari perjuangannya dalam memberikan ilmu kepada anak didiknya berkisar hanya Rp150 ribu hingga Rp500 ribu setiap bulannya.

Seperti yang disampaikan Ketua Forum Honorer Sekolah Kota Sukabumi Eriek Candra mengatakan untuk upah atau honor tenaga pendidik di sekolah negeri disesuai dengan kemampuan keuangan sekolah.

“Rata-rata kami diberikan upah Rp150 ribu hingga Rp500 ribu setiap bulannya, tentunya itu tidak cukup buat kami untuk bekal selama satu bulan apalagi yang sudah berkeluarga,” katanya kepada masaginews.com, Rabu.

Untuk menambalkan kekurangannya itu agar kebutuhan rumah tangganya terpenuhi, banyak dari honorer sekolah yang mencari pemasukan lain di luar sekolah.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang harus menjadi penarik ojek, sopir, menjadi guru les privat di luar sekolah dan nyambi pekerjaan lainnya.

Jika hanya mengandalkan upah yang sangat minim tersebut, tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya apalagi yang punya kreditan yang di mana pas menerima upah langsung habis.

Maka dari itu, pihaknya berharap ada kebijakan untuk tenaga honorer sekolah ini seperti upah yang lebih layak dan diharapkan bagi yang sudah belasan hingga puluhan tahun mengabdi bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Di tengah keterbatasan ini, kami tetap profesional dalam melaksanakan tugas khususnya untuk guru honorer yang selalu menjadi kebanggaan jika anak didiknya berhasil,” kata Erik.

Sementara, Walikota Sukabumi M Muraz mengatakan hingga saat ini Kota Sukabumi kekurangan ribuan tenaga pendidik. Untuk mengakali kekurangan guru PNS tersebut, kata Muraz, para kepala sekolah banyak mengangkat guru honorer. Tapi untuk membayarnya pihak sekolah mengalami kesulitan.

“Untuk membayar honor guru honorer itu mereka menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana alokasi khusus (DAK) antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu perbulan,” terangnya. (Budi Setiawan/Ar Rohman)

REKOMENDASI:

Demiz Optimis Unggul Suara di Sukabumi Masaginews.com - Pasangan Calon Gubernur (Cagub) No urut 4, Dedi Mizwar optimis mampu meraih suara terbanyak di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Keyakinan tersebut berdasarkan soliditas antar relawan dengan para pengurus par...
Hasil Audit Dana Kampanye Pilkada Kota Sukabumi, Fahmi-Andri Layak Dil... Kota Sukabumi - Komisi Pemilihan UmumĀ  menyerahkan audit dana kampanye dari Kantor Akuntan PublikĀ  terhadap laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi. ...
Pilkada Kota Sukabumi Dipastikan Bersih Dari Gugatan Kota Sukabumi - Komisi Pemilihan Umum Kota Sukabumi memastikan tidak ada pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) hasil perolehan suara Pilkada walikota Sukabumi kemarin. Semua pasangan calon bisa dipastikan meneri...
Lima Pengacara Disiapkan Layani Warga Tak Mampu di PA Kota Sukabumi Reportase: Budi Setiawan Masaginews.com - Pos bantuan hukum (Posbakum) Pengadilan Agama Kota Sukabumi bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan ( Lemhaka) akan memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang ti...
Pol PP Turunkan Baliho Cagub, Relawan Meradang Masaginews.com - Penurunan alat peraga kampanye jenis baliho milik salah satu Calon Gubernur Jawa Barat oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menuai protes dari salah ...