Fakta Menyeramkan Dibalik Tugu Kecelakaan Lalulintas di Jalan Bojongkokosan

Kabupaten Sukabumi – Bagi para pengguna jalan yang melintasi Jalan Siliwangi, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dipastikan akan mendapati dua buah bangunan monumen atau tugu yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Bangunan pertama berupa tugu perjuangan Palagan Bojongkokosan. Monumen ini menggambarkan kisah heorik perjuangan masyarakat Sukabumi dalam mengusir kolonial Belanda.

Tidak jauh dari lokasi itu, terdapat tugu lainnya yang berdiri tepat di tikungan jalan. Ada kesan mengerikan pada bangunan yang satu ini. Terutama pada bagian puncaknya, terdapat bangkai mobil jenis sedan yang kondisi ringsek dan nyaris tak berbentuk lagi.

Ini merupakan monumen kecelakaan lalulintas yang sengaja dibangun oleh Polda Jawa Barat pada kisaran tahun 1995. Konon bangkai mobil tersebut merupakan kendaraan yang ditumpangi satu keluarga yang menjadi korban kecelakaan maut di lintasan tersebut, puluhan tahun silam.

Keberadaannya ditujukan untuk mengingatkan para pengendara untuk berhati-hati saat melintasi kawasan Bojongkokosan tersebut. Tidak heran jika di dekat bangkai mobil itu terdapat spanduk bertuliskan “Jangan Jadi Korban Selanjutnya”.

Ada mitos yang beredar di kalangan masyarakat mengenai jalan menikung Bojongkokosan ini. Korban yang mengalami kecelakaan di lintasan itu umumnya merupakan pasangan kekasih yang mendekati usia pernikahan.

Wawan (52) warga setempat yang berprofesi sebagai penjaga monumen Palagan Bojongkokosan, mengatakan sejak dulu hingga sekarang lintasan Bojongkokosan itu sering terjadi kecelakaan lalulintas hingga memakan korban jiwa. “Tragisnya, para korban itu didominasi pasangan kekasih yang hendak menikah,” ungkap Wawan kepada Masaginews.com.

Diakui salah seorang warga setempat, Tajudinur (53), Jalan Raya Siliwangi atau dikenal dengan jalan Bojongkokosan ini merupakan jalur maut. Pasalnya rute lintasan ini kondisinya berbelok serta menurun. “Bukan hanya itu saja, lintasan ini selalu gelap dan licin. Karena itulah di daerah tersebut sering terjadi kecelakaan lalulintas,” tuturnya. (Irfan Rifaudin)