Ini Sosok Si ‘Neng’ Penunggu Halte Terminal Bus Rawabango

KEANGKERAN selalu menjadi cerita misteri di tengah masyarakat. Bahkan tiap-tiap sudut tempat selalu menyisakan cerita-cerita mistik yang dipercayai oleh masyarakat sekitarnya.

Seperti Terminal Bus. Bisa dibilang terminal merupakan salah satu tempat umum yang pasti tak pernah sepi dari aktivitas manusia.

Seperti cerita seorang kondektur bus Jurusan Bandung – Sukabumi, Wahyudi (45). Dirinya mengaku mengalami kejadian mistis yang sukses bikin bulu kuduk berdiri. Pengalaman tersebut ia alami sendiri saat menaikan penumpang di Terminal Rawabango, Cianjur. Begini ceritanya.

Saat itu, sekitar pukul 22.00 WIB, bus yang ditumpanginya melintas ke Terminal Rawabango dan menurunkan sejumlah penumpang yang dari Bandung. Sembari menurunkan, dirinya pun mencari penumpang lain yang akan pergi ke Sukabumi.

Kebetulan, di bagian kursi paling ujung di halte terminal, Wahyudi melihat sesosok perempuan menggunakan baju berwarna hitam. Karena dirinya sebagai kondektur, Wahyudi pun menghampiri dan menawarkan bus jurusan Sukabumi.

“Tanpa menjawab pertanyaan saya, dia mengangguk dan langsung naik bus dan duduk di kursi paling belakang,” tutur Wahyudi menceritakan.

Karena perjalanan dari Terminal Rawabango Cianjur sudah terlalu jauh, Wahyudi pun melakukan aksinya sebagai kondektur untuk memungut ongkos bus kepada para penumpang. Namun, tepat di kursi paling belakang, Wahyudi kebingungan, karena perempuan yang memakai baju hitam tidak ada.

“Saya melihat tadi ada di belakang pas mau melaju, tapi beberapa menit kemudian pas mau ngambil ongkos, perempuan itu tidak ada,” katanya.

Bahkan, dia juga mengaku tak mungkin jika perempuan tersebut keluar dengan meloncat. Karena, pintu belakang di kunci dan kecepatan bus cukup kencang. “Pintu belakang saya kunci dan kecepatan bus cukup tinggi, ga mungkin kalo dia loncat dari bus,” tandas Wahyudi.

Cerita lainnya juga dikisahkan Dumariah (52) pemilik kios di area Halte bus Terminal Rawabango, di Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah. Dumariah yang asli warga sekitar terminal mengaku, bahwa dirinya juga pernah melihat sosok perempuan muda yang selalu hadir setiap malam jumat di Halte bus terminal.

Kata Dumariah yang sudah berjualan di terminal sejak 2015 lalu itu, jika perempuan muda tersebut sering di panggil si “Neng”. Bahkan, dirinya pun pernah mengalaminya sendiri.

Saat itu, tepat di malam jumat dirinya yang bersiap pulang dari dari berjualannya. Namun, karena saat itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut, sehingga Dumariah terpaksa menunggu hujan reda.

“Saya beresin kios sama anak dan bersiap pulang, pas saya lihat kedepan kios ada perempuan muda sedang duduk di kursi halte,” ujarnya.

Karena penasaran, dirinya menghampiri perempuan tersebut dan bertanya ‘Neng lagi nunggu bus bukan ?’. namun, kata dia, perempuan tersebut tak menjawabnya hanya menggukan kepalanya saja.

“Karena penasaran lagi, saya tanya lagi sambil membelakanginya. Mau nunggu bus jurusan mana neng ? dan tetep gak dijawab lagi. Pas saya melirik dan melihat ke kursi yang dia duduki, perempuan itu sudah ga ada. Padahal hujan masih deras dan ga ada bus yang lewat,” tutur Dumariah sambil mempergakan saat dirinya bertanya ke Si ‘Neng’.

Kata dia, dulu sebelum dibangun menjadi Terminal Rawabango, tempat tersebut asalnya area pesawahan. Karena saking sepi nya, waktu itu, warga setempat pernah menemukan jasad perempuan muda menggantung di sebuah pohon besar dengan leher terikat.

“Setelah ditelusuri, perempuan muda itu melakukan bunuh diri akibat diputuskan oleh pacarnya. Bahkan menurut warga sosok Si ‘Neng’ ini kini menjadi penunggu Halte Bus Terminal Rawabango.

Hingga kini, sosok perempuan muda yang sering di panggil Si Neng ini, masih menjadi misteri bagi para pedagang, kernet dan supir bus yang berada di terminal Rawabango. Meski sering menampakan sosoknya, namun Si Neng ini tak pernah mengganggu. ***