Nenek Bergaun Kebaya Ronggeng jadi Penunggu Jembatan Parung Beudil

KETIKA zaman berubah modern dan pembangunan semakin maju, serta aplikasi digital semakin canggih. Tentu saja kepercayaan masyarakat terhadap hal mistis semakin berkurang.

Namun, hal itu tak semua, karena ada juga orang yang percaya bahwa kita hidup berdampingan dengan makhluk lain. Sama-sama makhluk yang menghuni bumi, namun tinggalnya berbeda dimensi.

Makhluk-makhluk tak kasat mata tersebut disebut kerap mendiami satu tempat yang dianggap angker oleh warga sekitar. Tak hanya di rumah, gedung, atau pepohonan saja, ternyata ada juga makhluk halus yang menjadi ‘penunggu’ jembatan.

Seperti di Jembatan Parung Beudiel di Kampung Parung Bedil, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur ini yang dipercaya masyarakat sekitar bahwa ada penunggu jembatan sesosok perempuan paruh baya mengenakan gaun kebaya ronggeng.

Penampakan sesosok mahluk halus di jembatan yang dihimpit tanjakan dari arah berlawanan tersebut, sering dialami pengendara yang melintas. Meski tak mengganggu, namun jika melihat sosok tersebut membuat merinding bulu kunduk.

Bahkan, yang diceritakan warga sekitar, Wawan (43), bahwa penunggu yang ada di jembatan tersebut bukan satu atau dua sosok, namun banyak. Sehingga, kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di jembatan tersebut pun banyak.

Karena seringnya terjadi kecelakaan di jembatan tersebut, sehingga warga memanggil seorang paranormal untuk mengusirnya. “Dulu mah sering terjadi kecelakaan, karena kata orang ‘pinter’ katanya banyak penunggunya, jadi sering menganggu yang lewat jembatan Parung Beudil hingga kecelakaan dan meninggal,” kata Wawan yang mengaku diceritakan leluhurnya tentang sejarah jembatan.

Akhirnya, kata Wawan, paranormal tersebut menangkap dan memindahkan sosok tersebut ke tempat lain. Agar, tak mengganggu warga yang melintas Jembatan Parung Beudil.

Meski telah dipindahkan, namun sosok penunggu masih ada. Meski begitu, sosok yang sering menampakan tersebut perempuan paruh baya menggunakan gaun kebaya ronggeng.

“Katanya sudah dipindahkan, tapi penunggu masih ada. Tapi tidak menganggu, hanya menampakan saja,” ujarnya.

Saat ini, meski kondisi ramai dengan pengendara yang melintas di malam hari, lanjut dia, sosok tersebut sering menampakan diri dengan berjalan disepanjang pinggir jembatan. “Belum lama ini, saya diceritakan salah seorang teman yang berofesi menjadi tukang ojeg. Katanya seusai mengantar penumpang dia melihat sosok perempuan itu, tidak mengganggu tapi membuat merinding,” ujarnya.

Sosok tersebut sudah berada sejak zaman dulu, sehingga siapa pun tidak dapat mengusirnya.  “Memang tidak mengganggu dengan adanya penampakan itu. Tetapi bagi pengendara sepeda motor atau roda empat, kehadirannya membuat takut sehingga bisa menyebabkan kecelakaan,” pungkasnya. ***