Pesona Curug Cigoong Berselimut Kisah Mistis di Gekbrong

DIBALIK megahnya industri di kawasan Gekbrong Kabupaten Cianjur, ternyata ada wisata alam yang indah. Panorama yang mempesona dihiasi hamparan sawah dan hijaunya kebun palawija, didukung bentangan Gunung Gede Pangrango menambah kesan alam yang masih asri.

Air terjun atau biasa disebut curug Cigoong, di Kampung Tabrig Desa dan Kecamatan Gekbrong ini, disebut Cigoong lantaran warga setempat sering mendengar suara goong (gong, salah satu gamelan) pada malam-malam tertentu.

Kisah mistis ini kerap kali menyelimuti Curug Cigoong, selain bunyi goong pada malam tertentu juga terdapat kisah-kisah mistis lainnya sering muncul dari destinasi wisata di Kaki Gunung Gede Pangrango ini.

Suara goong biasanya terdengar pada saat Minggu malam dan Kamis malam. Suara itu sering terdengar oleh para petani yang tengah berjaga kebunnya di sekitaran curug itu. Para petani selalu bermalam di saung kebun untuk menjaga tanamannya agar tidak diserang hama. Sebab mereka tak ingin hama babi hutan merusak tanamannya.

Nah, pada malam hari para petani sering mendengar alunan suara goong dari kejauhan. Sejak itulah, curug beserta aliran sungainya disebut dengan nama Curug Cigoong.

Sampai sekarang sumber Suara itu masih belum bisa dijelaskan. Meski kini suara goong mulai tak banyak terdengar, namun warga masih percaya jika penunggu curug itu masih ada dan masih membunyikan suara goong dalam waktu tertentu.

“Memang sekarng sudah tak rutin terdengar setiap malam senin atau malam Jumat, tapi kadang kami masih mendengar secara jelas meski dari kejauhan. Dulu Curug itu jadi tempat yang sakral, sekarang sudah mulai sering kedatangan wisatwan jadi mulai berubah penomena dan kondisi alam disini,” kata Uden Suherlan (36), pemandu wisata setempat.

Meski keberadaannya tak begitu mengganggu warga setempat, ujarnya, namun dalam benak warga tetap menjadi tempat yang angker dan menakutkan. Bahkan menurutnya, beberapa wisatawan yang datang pernah bertemu dengan sosok kakek-kakek yang mengenakan pakaian zaman dulu dengan sarung dan tas dari bahan bambu.

“Kakek itu ketika ditanya tidak pernah menjawab, beberapa saat kakek itu berlalu, saya dengan beberapa warga nengok udah nggak ada entah kemana,” terang dia.

Tapi, ungkap dia, terkadang sosok di kawasan curug itu akan mengingatkan sesuatu, Jika ada wisatawan khsususnya laki-laki yang berada di curug pada saat menjelang waktu solat seperti dikala masuk waktu salat Jumat.

“Maka akan terdengar bisikan agar segera pergi ke masjid dan menunaikan ibadah salat, beberapa wisatawan sempat mendengarnya, dan mereka segera salat,” papar dia.

Meski diselimuti berbagai kisah mistis, namun panorama disekitar curug Cigoong tetap mempesona dan menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Cianjur. Sehingga wisatawan yang berkunjung kesana, bebera waktu kemudian ingin datang lagi saking indahnya panorama disekitar itu. ***