Pocong Mata Merah Ini Kerap Muncul di Jembatan Citepus

KONON, di dunia ini manusia hidup berdampingan dengan makhluk dari dunia lain seperti hantu atau jin. Kehadiran hantu dan jin ini memang tak kasat mata.

Alam yang mereka tinggali pun berbeda dengan kita. Namun demikian, tak jarang keberadaan mereka ini terlihat jelas dengan mata manusia maupun bidikan kamera.

Ya, kamu pasti pernah kan melihat penampakan hantu yang viral di media sosial? Memang, di era yang serba canggih ini, penampakan mistis kerap terjadi. Beberapa orang mengalami kejadian mistis yang tak dapat dijelaskan dengan logika. Mitosnya, orang yang melihat penampakan hantu justru bakal diliputi keberuntungan sepanjang harinya, lho.

Nah, di Indonesia sendiri ada banyak jenis hantu yang dipercaya hidup berdampingan dengan manusia. Salah satunya yakni hantu yang disebut pocong. Memang penampakan hantu sangat jarang terjadi. Kendati demikian, ada kalanya mereka menampakkan diri. Tak cuma di depan manusia, tetapi penampakan ini juga kadang terlihat di kamera.

Seperti penampakan pocong yang terlihat di Jembatan gantung Citepus yang menghubungkan Kampung Citepus tengah dan Kampung Riung Gunung, Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, sebagai salah satu sarana penyebrangan orang dan kendaraan roda dua.

Sebagai jalur alternatif, jembatan yang selalu digunakan warga setempat atau warga luar Citepus sengaja melewati jalan itu. Memang sih, letaknya agak jauh dari pemukiman warga.

Di wilayah itu cukup viral, dengan adanya penampakan pocong bermata merah. Sosok pocong bermata merah itu selalu mengganggu dan menampakan dirinya di jembatan penyebrangan disaat seseorang melintas.

Salah satunya, kejadian aneh dan mengerikan dialami oleh dua orang yang akan melewati jembatan yang terbuat dari besi itu. Memang, kejadiannya sudah lama, namun hingga saat ini, sosok tersebut masih menghantui warga yang melintas.

Nah, begini ceritanya. Peristiwa menyeramkan ini berawal ketika dua orang pejalan kaki tengah berjalan dari Citepus tengah menuju Riung Gunung. Dibenaknya, tak memiliki rasa takut karena memang keduanya seakan tak percaya dengan yang namanya mahluk halus.

Namuan tak disangka, setelah keduanya melewati petakan sawah dan akan melintas jembatan, satu dari dua orang melihat sesosok mahluk berbaju putih yang tengah berdiri. Kaget bukan kepalang, karena kemunculan mahluk tersebut cukup aneh dan menyeramkan.

“Kira-kira magrib, keduanya berlari sambil berteriak minta tolong, warga yang mendengar jeritan segera mendekati arah suara dan melihat dua orang berlari seperti minta bantuan,” kata Eginda (31) warga setempat kepada masaginews.com beberapa waktu lalu.

Sambil ngos-ngosan, salah seorang di antaranya menceritakan apa yang telah dialaminya, telah melihat mahluk aneh berdiri menghadang di ujung jembatan yang akan dilintasi.

“Mereka rupanya melihat mahluk menyerupai pocong, berbungkus kain kafan  dengan tali kafan masih melilit berdiri di jembatan seperti menghadang,” terang Egin sambil menirukan gestur tubuh ketakutan.

Kepada Egin, mereka menyebut pocong itu matanya menjulur keluar berwarna merah menyala, tanpa bersuara mahluk itu tetap berdiri tanpa bersuara. “Mata merah itu yang membuat mereka lebih ketakutan dan berlari,” tutur Egin tanpa menyebutkan identitas kedua warga tersebut.

Mendengar cerita dan kejadian yang dialami kedua warga yang melintas jembatan tersebut, ke esokan harinya sambung Egin, warga kedua kampung berinisitif melaksanakan ronda malam secara bergiliran. Hal itu dilakukan untuk mengetahui dan menjaga jika ada warga lainnya yang akan melintas jembatan tidak terganggu dengan keberadaan dan penampakan mahluk halus berbentuk pocong mata merah itu.

Detik demi detik, menit demi menit bahkan jam, warga yang melaksanakan ronda menjaga dan menemani warga lain yang akan melintas jembatan gantung itu. Bahkan, hal itu dilakukan oleh petugas ronda mengantar seseorang yang akan melintas hingga dipastikan sudah ke sisi sebrang sungai.

Aktivitas yang dilakukan warga bergiliran dengan meronda jaga jembatan dilakukan setiap malam. Namun, sejak ronda di aktifkan, kemunculan mahluk halus itu tak kunjung datang, bahkan tak ada kabar tersiar oleh warga lainnya, sehingga warga sekitarpun merasa tentram.

Hingga, beberapa malam berlalu, warga mulai melakukan aktivitas seperti biasa melintas jembatan tanpa ada rasa takut akan kemunculan sosok misterius itu.

Suatu malam, warga pendatang yang tinggal dengan mengontrak di wilayah tersebut, akan melintasi jembatan tersebut. Namanya Endi, setiap pulang kerja ia selalu melintas jembatan disaat malam tiba dengan menggunakan roda dua.

Malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, seperti biasa Endi pulang kerja, dan pasti melintas jembatan, karena memang tak ada lagi jalan alternatif yang harus dilintasi selain jembatan gantung itu.

Dengan menggunakan sepeda motornya, Endi melaju dengan tenang tanpa ada rasa takut, karena memang rasa lelah usai bekerja seharian, ingin sekali rasanya cepat sampai di rumah untuk beristirahat. Sembari mata tertuju ke jalan, karena lokasi tersebut cukup gelap saat melintas pesawahan.

Tepat di ujung petakan sawah, saat roda depan motor akan belok memasuki jembatan, mata Endi pun langsung tertuju pada arah lurusnya jembatan gantung. Ntah apa yang ada di pikirannya, Endi tersentak kaget, namun masih bisa mengendalikan diri dan tangannya, mendadak genggaman tangan kanannya mencengkram rem motor yang dibawanya cukup kencang.

Mahluk halus yang selama ini menampakan sosoknya ke warga yang melintas, kini ada di depan mata Endi. Dengan kondisi berdiri menghadang menghambat laju perjalanan tepat dibawah tiang penyangga gantungan jembatan. Masih diliputi rasa penasaran, warga Riung Gunung itu mencoba menyorotkan lampu motor ke obyek dituju agar jelas terlihat.

“Dia (Endi) mengaku melihat jelas sosok serupa, yakni pocong putih bermata merah menjulur keluar, disekitar kelopak mata mahluk itu seperti tetesan darah,” ucap Egin.

Egin mengakui kehebatan Endi saat berhadapan dengan mahluk itu masih bisa mengendalikan diri. Terbukti dengan sikap tenangnya masih sempat menyorotkan lampu motor.

“Melihat jelas dalam sorotan lampu dengan tenang dia membacakan Ayat-ayat Allah hingga beberapa menit kemudian mahluk serem itu berlalu entah kemana,” kilah Egin seraya mengusap leher belakang.

Seperti kali terakhir mahkuk itu ‘show a force‘ menampilkan wujudnya, sebab setelah peristiwa itu tak terdengar lagi ada warga yang ‘kawenehan‘. ***