Sekelompok Bocah Misterius Tanpa Alis Huni Rumah Panggung di Cikole

Kota Sukabumi – Satu lagi kisah menyeramkan dari Kota Sukabumi. Sekelompok bocah misterius kerap menampakan diri di sebuah rumah panggung yang berlokasi di Kampung Cimanggah Rt 01/02 Kelurahan CiKole, Kecamatan Cikole.

Warga sekitar meyakini sekelompok bocah ini merupakan jelmaan mahluk gaib yang telah lama menghuni rumah panggung. Postur tubuh serta raut wajah mereka nyaris tampak serupa satu sama lainnya.

Selain mengenakan pakaian serba putih, para bocah ini juga berkepala plontos. Lebih menyeramkan lagi, mereka tidak memiliki bulu alis pada bagian atas kedua matanya.

Menurut warga sekitar, sekelompok bocah misterius tersebut kerap menampakan diri di sekitar rumah panggung yang lokasinya terpisah dari pemukiman warga. Bangunan bermaterial kayu dan bilik tersebut sudah puluhan tahun lamanya tak ditempati oleh pemiliknya.

Karena lama tak berpenghuni, lambat laun rumah panggung itu menebarkan kesan angker. “Apalagi sering melihat adanya sekelompok bocah di sekitar rumah tersebut. Warga disini semakin enggan mendekati, bahkan sekedar melintasinya pun terasa ngeri,” ungkap Lesmana, salah seorang warga.

Dia mengatakan, penampakan sekelompok bocah tanpa alis itu bukan hanya terjadi di malam hari saja. tidak jarang juga terjadi di siang hari. Selain menakutkan para bocah itu juga kerap mengganggu warga yang melintas.

Asep Rusmawan (40) warga lainnya mengungkapkan kisaran tahun 2000-an, warga Kampung Cimanggah sempat dikejutkan oleh jeritan seorang pria yang diketahui berprofesi sebagai pedagang hiasan porselin keliling.

“Kejadiannya siang hari, warga tiba-tiba saja mendengar suara seseorang menjerit sambil berlari. Diketahui ternyata dia adalah pedagang hiasan sejenis peroselin yang mengaku telah dikejar oleh sekelompok bocah saat melintasi rumah panggung,” ujar Asep.

Tidak hanya itu saja, seorang penjual bakso juga menjadi korban gangguan sekelompok bocah misterius. Dikabarkan penjual bakso tersebut memutuskan untuk pulang setelah dagangannya ludes diborong oleh para bocah plontos tak beralis.

Namun sesampainya di rumah, uang dari hasil penjualan bakso tersebut berubah menjadi dedaunan. Entahlah, benar atau tidak namun kisah ini beredar di kalangan warga sekitar.

Reporter :  M Rizky
Editor      :  T Kamajaya